Alhamdulillah...Karim Benzema Dapatkan Terapi Terbaik yang Pernah Ada: Bekam!
Siapa nyana, Karim Benzema kini kesengsem dengan terapi bekam. Ada kemungkinan, terapi itu yang membuat performanya naik lagi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Madrid – Siapa nyana, Karim Benzema kini kesengsem dengan terapi bekam. Ada kemungkinan, terapi itu yang membuat performanya naik lagi.
Melalui akun Twitternya, Karim Benzema mengakui itu. Dia menyatakan bekam adalah terapi yang kini dia nikmati.
“Terapi terbaik yang pernah ada… #alhamdulillah,” kicaunya melalui akun Twitter @Benzema.
Kicauan itu dia sertai dengan fotonya bertelanjang dada dan membelakang kamera. Terlihat beberapa bagian kulit punggungnya memerah.
Karim Benzema bukan atlet pertama yang menjalani terapi bekam. Lima tahun sebelumnya, perenang terbaik dunia, Michael Phelps pun melakukannya. Dia ketahuan menjalani bekam saat tampil di Olimpiade Rio de Janeiro.
Baca Juga: Perjalanan Panjang Benzema Wujudkan Mimpi Angkat Trofi bersama Prancis
Bekam, dikenal juga sebagai terapi vakum, dilakukan dengan lingkaran, menyerupai gelas. Bekam diyakini membuat sirkulasi darah menjadi lebih baik. Lingkaran menyerupai gelar itu ditempatkan di kulit pasien, belakangan banyak dilakukan atlet-atlet top, untuk menghilangkan rasa sakit, tak nyaman, atau kontraktur.
Keuntungan utama menggunakan teknik terapi dari Asia ini diyakini sebagai obat alternatif, setidaknya untuk menhilangkan rasa sakit. Dia melancarkan peredaran darah dan oksigen.
Biasanya, setelah beberapa kali, kulit akan menyisakan warga merah seperti memar, yang sejatinya bukan apa-apa kecuali pertanda bekam sudah bekerja di dalam tubuh.
Tidaklah mengherankan, meski terapi ini aneh bagi kebanyakan orang biasa, tapi hal biasa bagi atlet-atlet top. Dia dianggap bisa mempercepat masa pemulihan, terutama karena peningkatan kelancaran sirkulasi darah dan menghilangkan rasa sakit.
Baca Juga: Dramatis, Karim Benzema Menangkan Real Madrid di Markas Valencia
Terapi bekam sudah dikenal di China ribuan tahun. Tapi, dia menjadi terkenal setelah juara Olimpiade, Michael Phelps, memperkenalkannya di Rio de Janeiro. Sebelum terjun ke kolam renang, hanya mengenakan celana renang, Michael Phelps memperlihatkan tanda bekam di bagian punggungnya.
Bagi kebanyakan orang, pernyataan Michael Phelps bahwa tanda di pungguhnya itu adalah karena terapi bekam sudah bekerja, adalah hal yang aneh. Tapi, dia menegaskan, dia menggunakan terapi bekam untuk meningkatkan penampilan dan mempercepat pemulihannya.
Dengan bekam, performanya di Brasil tidak jelek. Dia memenangkan empat medali emas pada gaya dan kompetisi berbeda, menjadkannya atlet paling banyak mengoleksi medali emas di ajang Olimpiade.
Baca Juga: Karim Benzema Positif Terpapar Covid-19
Tak sedikit yang mengikuti cara Michael Phelps. Salah satunya Karim Benzema, striker tim nasional Prancis dan Real Madrid. Dia mengaku setelah menjalani bekam, dia tak menghadapi masalah lagi di pertandingan.
Bagi pemain berusia 33 tahun seperti Karim Benzema, perasaan kurang nyaman itu kian meningkat. Setidaknya dibanding di awal kariernya sebagai pemain bola.
Meski banyak warga dunia yang baru kenal bekam, sejatinya dia sudah ditemukan di masyarakat China sedikitnya 1.600 tahun yang lalu. Tapi, Asia bukan satu-satunya yang punya tradisi bekam. Hal serupa juga ditemukan di Mesir, Mesopotamia (Irak), bahkan Yunani.
Dalam rentang waktu sepanjang itu, bahkan ada yang menyebut ribuan tahun sebelum Masehi, teknik bekam tetap sama. Menggunakan benda sperti gelar yang ditempelken di kulit untuk menghilangkan rasa sakit.***
Editor : inilahkoran


