Status Pandemi COVID-19 Resmi Dicabut, Pedagang Hewan Kurban di KBB Berharap ada Peningkatan Penjualan
Dicabutnya status pandemi COVID-19 di Indonesia jadi angin segar pedagang hewan kurban di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB)
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dicabutnya status pandemi Covid-19 di Indonesia jadi angin segar pedagang hewan kurban di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang berharap bakal adanya peningkatan penjualan pada momentum Hari Raya Idul Adha tahun 2023.
Pasalnya, selama pandemi COVID-19 penjualan hewan kurban sempat terpuruk akibat adanya pembatasan.
Kemudian, setelah itu mulai ada peningkatan kembali dan diharapkan bisa terus naik seiring dengan ekonomi yang semakin baik.
"Usai COVID-19, penjualan hewan kurban sempat naik, namun kembali turun karena ada kasus PMK. Semoga tahun ini kembali naik lagi," harap salah seorang peternak dan pedagang hewan kurban di wilayah Cisarua, KBB, Ayi Permana, Kamis 22 Juni 2023.
Ayi menilai, adanya wabah PMK sempat membuat pembeli khawatir kalau hewan kurban terpapar penyakit tersebut, sehingga banyak dari masyarakat yang menahan diri atau selektif memilih hewan kurban.
"Hal itu berdampak pada jumlah penjualan tidak terlalu banyak," ujarnya.
Kendati demikian, Ayi mengakui harapan adanya peningkatan penjualan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini mulai dirinya rasakan.
Sebab, sudah ada 40 ekor sapi yang dipesan di kandangnya sejak jauh-jauh hari dan tinggal dikirim menjelang hari H Idul Adha.
"Saya berharap jumlah ternaknya yang terjual bisa bertambah lagi," ujarnya.
"Untuk harga rata-rata sekitar Rp20 juta sampai Rp 40 juta per ekor. Meskipun keuntungannya tipis, namun dirinya bersyukur masih bisa menjual ternaknya," sambungnya.
Ayi pun memastikan sapi-sapi kurban yang dijualnya semua dalam kondisi sehat dan memenuhi syariat untuk menjadi hewan kurban.
"Meski saat ini muncul penyakit Lumpy Skin Disease (LSD), tapi saya tidak terlalu khawatir," ucapnya.
Pasal, sebagian besar hewan ternaknya sudah divaksin dan dicek kesehatannya. Oleh karenanya, sebagai pencegahan terpapar penyakit, pihaknya selalu rutin mengontrol dan membersihkan kandangnya setiap hari.
Termasuk, dengan memberikan makanan dan suplemen yang cukup.
"Kami selalu menjaga kebersihan dan memberi pasokan makanan yang baik agar sapi sehat," ujarnya.
"Apalagi banyak dari para pembeli yang masih menitipkan hewan kurbannya di kandang dan minta kami merawatnya," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

