Antisipasi Covid-19 Varian Baru, Dinkes KBB Aktifkan Seluruh Sistem Mitigasi
Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan berbagai langkah preventif untuk menghadapi potensi kembalinya pandemi Covid-19 yang dilaporkan muncul dengan varian baru di sejumlah negara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan berbagai langkah preventif untuk menghadapi potensi kembalinya pandemi Covid-19 yang dilaporkan muncul dengan varian baru di sejumlah negara.
Seluruh sistem deteksi, respons cepat, dan mitigasi telah diaktifkan kembali sebagai bentuk antisipasi dan perlindungan masyarakat.
Diketahui, varian Covid-19 yang disebut Nimbus (NB.1.8.1) kini telah menyebar ke lebih dari 22 negara dan memicu kekhawatiran baru.
"Kita tidak ingin kecolongan, saat ini pun seluruh fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit rujukan, sudah dalam status siaga," kata Kepala Dinas Kesehatan KBB, Ridwan Abdullah Putra, Selasa 10 Juni 2025.
Berbekal gelombang pandemi selama 2020–2022, ungkap Ridwan, Pemkab Bandung Barat telah membentuk Satgas Covid-19 lintas sektor hingga ke tingkat desa.
"Kita berkolaborasi dengan TNI, Polri, relawan, dan komunitas lokal dalam kegiatan tracing dan edukasi," ungkapnya.
Tak cuma itu, vaksinasi massal telah dilakukan yang menjangkau lebih dari 95 persen sasaran. Termasuk, pengaktifan Public Safety Center (PSC) 119 sebagai garda depan layanan kegawatdaruratan Covid-19.
Dalam menghadapi potensi lonjakan kasus baru, sambung Ridwan, pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah mengaktifkan kembali tim surveilans dan deteksi dini di seluruh Puskesmas.
"Adapun ruang isolasi pasien Covid-19 di RSUD Lembang, RSUD Cikalongwetan, dan RSUD Lembang masih ada meski dengan jumlah terbatas. Yakni sekitar 5-10 persen dari total tempat tidur yang ada," bebernya.
Tak cuma itu, pihaknya pun menyediakan stok masker, alat pelindung diri (APD) dan logistik medis yang cukup untuk 3 bulan ke depan.
"Termasuk menyiapkan skema isolasi terpusat dan referral rumah sakit sesuai protokol terkini Kementerian Kesehatan," katanya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kebersihan, memakai masker di ruang tertutup atau padat, dan segera melapor jika mengalami gejala gangguan pernapasan. Serta meluncurkan program edukasi “Jaga Diri, Jaga Sesama".
"Menghadapi masalah Covid-19 kami terus menjalin kemitraan dengan berbagai sektor, termasuk koordinasi rutin dengan Dinas Pendidikan, BPBD, Satpol PP, dan stakeholder lain," tandasnya.
Terpisah Kabid Pelayanan Kesehatan RSUD Lembang Sri Mulyaningsih menyebutkan, untuk ruangan khusus isolasi pasien Covid-19 masih disiapkan karena memang sudah jadi ketentuan.
Kendati demikian, sejauh ini belum ada laporan untuk kasus Covid-19 terbaru ke RSUD Lembang.
"Ada 10 bed yang disiapkan untuk ruang khusus pasien Covid-19, meski belum ada laporan kasus, petugas kami tetap siap siaga," kata Sri.
Diketahui sejak Juli 2023 tidak ditemukan lagi kasus baru Covid-19 di KBB. Selama terjadi pandemi, di KBB tercatat total sebanyak 29.846 kasus dengan 315 meninggal.
Kasus tertinggi di Kecamatan Lembang sebanyak 6.665 kasus, Padalarang 5.066, Parongpong 4.849, dan terendah di Kecamatan Rongga sebanyak 242 kasus. Namun, pada Jumat 5 Juni 2023 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mencabut status kedaruratan pandemi Covid-19 secara global.***
Editor : JakaPermana


