Stok Pupuk Subsidi di Tasikmalaya Capai 4.937 Ton, Petani Siap Hadapi Musim Tanam
Stok pupuk subsidi di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya mencapai 4.937,5 ton menjelang musim tanam penghujan. Pupuk Kujang memastikan pasokan bagi petani tetap ama
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Stok pupuk bersubsidi di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya mencapai 4.937,5 ton menjelang musim tanam penghujan. PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan ketersediaan pasokan untuk mendukung kebutuhan petani saat memasuki masa tanam setelah kemarau panjang.
Kesiapan pasokan tersebut dilakukan seiring prediksi datangnya musim hujan di Jawa Barat pada pekan ketiga Oktober 2026. Kondisi ini diharapkan menjadi momentum bagi petani untuk kembali memulai aktivitas tanam setelah menghadapi musim kemarau.
Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, wilayah tersebut telah memasuki fase peralihan musim pada dasarian kedua Oktober 2026. Hujan diperkirakan turun secara bertahap, dimulai dari wilayah selatan, kemudian bergerak menuju kawasan tengah hingga utara Jawa Barat.
VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang R. Idho Pramana mengatakan, perusahaan terus menjaga operasional produksi agar berjalan optimal meskipun sebagian petani harus menunda masa tanam akibat kondisi cuaca.
“Langkah ini diambil demi menjamin ketersediaan pupuk saat para petani mulai memasuki masa tanam, sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan strategis nasional,” kata Idho, Senin (19/10/2026).
Menurut Idho, kesinambungan produksi menjadi salah satu upaya perusahaan menjaga ketersediaan pupuk di gudang agar dapat memenuhi kebutuhan petani ketika musim tanam dimulai.
Ia juga mengimbau petani agar tidak khawatir terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi. Petani dapat melakukan penebusan melalui kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jadi para petani tak perlu khawatir, bisa segera menebus di kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Secara keseluruhan, stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat tercatat mencapai 98.011,8 ton berdasarkan pendataan hingga 15 Oktober 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 69.212,7 ton pupuk Urea dan 28.799 ton pupuk NPK.
Di tengah tantangan kemarau panjang yang turut diwarnai fenomena El Nino, Pupuk Kujang terus menjaga kestabilan pasokan pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Perusahaan juga memanfaatkan periode tersebut untuk memastikan jaringan logistik dan rantai pasok tetap berfungsi dengan baik.
Idho menegaskan, Pupuk Kujang berkomitmen mendampingi petani agar tetap memperoleh dukungan kebutuhan pertanian di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Pupuk Kujang berkomitmen penuh untuk mendampingi petani dan memastikan para petani tidak menghadapi tantangan kemarau ini sendirian,” katanya.
Ia menambahkan, stok pupuk bersubsidi di gudang telah disiapkan jauh di atas kebutuhan untuk dua minggu ke depan. Ketersediaan tersebut diharapkan membantu petani di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya mempersiapkan lahan tanpa terkendala pasokan pupuk.
Stok yang terjaga dan penyaluran yang lancar diharapkan mendukung kelancaran musim tanam penghujan, meningkatkan hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Editor : Ahmad Sayuti
