DTPH Jabar Harap Jatah Pupuk Tahun Ini Bertambah
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat berharap, jatah pupuk tahun ini dapat bertambah seiring dengan adanya rencana Presiden Joko Widodo yang bakal menambah kuota pupuk subsidi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat berharap, jatah pupuk tahun ini dapat bertambah seiring dengan adanya rencana Presiden Joko Widodo yang bakal menambah kuota pupuk subsidi.
Dimana pada Kamis 29 Februari 2024 lalu, Presiden Jokowi mengungkapkan akan menaikkan kuota pupuk subsidi nasional, yang sebelumnya hanya 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton.
Dadan berharap rencana tersebut dapat terealisasi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pangan khususnya beras di Jawa Barat.
Sebab rerata kebutuhan pupuk di Jawa Barat imbuh Dadan sekitar 700 ribu ton untuk urea dan 730 ribuan ton pupuk NPK.
"Kemarin (2023) kita mengusulkan kebutuhan, hanya terpenuhi 52 persen (urea) dan realisasi NPK 29,8 persen saja. Sekarang mudah-mudahan usulan kita terpenuhi," ujar Dadan saat ditemui usai rapat pimpinan (Rapim) di Gedung Sate, Rabu 6 Maret 2024 kemarin.
Mengingat kata dia, akan sulit memenuhi target produktivitas bila kebutuhan pupuk tidak maksimal.
"Kemarin cuma cukup tengah semester 1. Mudah-mudahan bertambahnya kebutuhan nasional, usulan kita terakomodasi," ucapnya.
Bila kebutuhan pupuk terpenuhi lanjut Dadan, pola penanaman juga harus diperhatikan agar hasil produksi berjalan maksimal.
Apalagi harga pupuk yang mahal, harus disiasati dengan pemberian dosis secara tepat, supaya tidak gagal panen. Maka dari itu, penyuluh pertanian dikerahkan guna memastikan lahan yang digarap memberikan hasil optimal.
"Kita ingin mengarah ke pertanian yang presisi. Peran penyuluh jadi faktor utama. Kenapa butuh? Karena 3,5 juta petani di Jawa Barat hampir 82 persen pendidikannya kurang. Sementara kita berbicara teknologi. Siapa yang menginspirasi (membantu)? Para penyuluh ini," pungkasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

