Petani Pangalengan Keluhkan Kenaikan Harga Plastik Mulsa dan Pupuk
Kenaikan harga sarana produksi seperti plastik mulsa, pupuk, hingga obat -obatan pertanian dikeluhkan para petani hortikultura di Kecamatan Pangalengan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Para petani hortikultura di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung kini mengeluhkan kenaikan harga sarana produksi seperti plastik mulsa, pupuk, hingga obat-obatan pertanian.
Salah seorang petani, Yusuf Supriadi, mengatakan harga plastik mulsa mengalami lonjakan signifikan dalam 10 hari terakhir. Dari semula Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per rol, kini naik menjadi Rp600 ribu sampai Rp900 ribu per rol.
“Bukan hanya mulsa, pupuk kimia non subsidi juga ikut naik. Awalnya sekitar Rp750 ribu sampai Rp800 ribu, sekarang jadi Rp800 ribu hingga Rp950 ribu,” kata Yusuf kepada INILAHKORAN.ID, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, tren kenaikan harga diperkirakan masih akan terus berlanjut seiring belum stabilnya kondisi global.
Kondisi itu semakin memberatkan petani di tengah harga jual sayuran yang cenderung rendah. Situasi tersebut dinilai membuat petani semakin tertekan untuk mempertahankan usaha pertaniannya.
“Selama ini harga sayuran sering di bawah, sekarang biaya produksi malah naik. Ini jadi ujian berat bagi kami," ujarnya.
Yusuf juga menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap petani hortikultura, khususnya di wilayah dataran tinggi. Dia menilai kebijakan yang ada kerap tidak berpihak kepada petani.
“Seolah-olah petani hortikultura ini bukan bagian dari prioritas. Padahal kita ini bagian dari rakyat yang menopang kebutuhan pangan,” katanya.
Dia berharap pemerintah dapat lebih serius memaksimalkan potensi sumber daya alam Indonesia sebagai negara agraris, sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat.
“Harapannya ke depan, pemerintah bisa benar-benar memanfaatkan potensi yang ada agar petani bisa hidup lebih sejahtera,” ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani


