Fakta Baru Ledakan di Garut, Warga Sebut Amunisi Sempat Diberi Pupuk Sebelum Meledak

Kini, muncul pengakuan mengejutkan dari salah satu warga bernama Agus Setiawan, yang juga diketahui bekerja membuka selongsong amunisi di lokasi tersebut. 

Fakta Baru Ledakan di Garut, Warga Sebut Amunisi Sempat Diberi Pupuk Sebelum Meledak
Fakta Baru Ledakan di Garut, Warga Sebut Amunisi Sempat Diberi Pupuk Sebelum Meledak

INILAHKORAN, Garut - Peristiwa ledakan amunisi yang mengguncang kawasan Garut terus menyisakan teka-teki. 

Kini, muncul pengakuan mengejutkan dari salah satu warga bernama Agus Setiawan, yang juga diketahui bekerja membuka selongsong amunisi di lokasi tersebut. 

Dalam perbincangannya dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Agus mengungkap bahwa sebelum ledakan terjadi, bahan-bahan amunisi tersebut sempat dicampur atau diberi pupuk.

Agus menyatakan bahwa ledakan pertama yang terjadi sebelumnya berlangsung tanpa memakan korban.
"Ledakan pertama tuh aman, selamat semua," ucapnya.

Namun berbeda dengan ledakan kedua yang memicu korban dan kerusakan. Agus mengaku, saat kejadian, proses penjinakan belum dilakukan secara menyeluruh. Bahkan, air laut yang biasanya digunakan untuk proses netralisasi belum sempat disiramkan ke amunisi.

"Yang ini mah belum diledakkan, atau akan dijinakkan dengan disiram pakai air laut, air lautnya baru diambil keburu meledak," ujar Dedi Mulyadi saat mengonfirmasi kronologi kepada Agus.

Dedi kemudian menanyakan kemungkinan adanya bahan tambahan sebelum ledakan. Agus pun menjawab bahwa dirinya mendengar kabar bahwa amunisi tersebut sempat dicampur dengan pupuk.

"pupuk denger saya," jawab Agus. Saat ditanya lebih lanjut tentang jenis pupuknya, ia menyebut,
"Urea gitu kalau nggak salah, itu bapak yang saya nggak paham, biasanya nggak gitu."

Agus menambahkan bahwa jika proses penjinakan tidak memungkinkan, biasanya bahan peledak tersebut dibuang ke laut menggunakan karung agar aman. Namun dalam kasus ini, insiden terjadi lebih dulu.

"Kalau nggak bisa dijinakin dibuang ke laut, pakai karung, paling busuk di laut. Tapi mungkin udah takdir harus gitu," kata Agus.

Pengakuan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai prosedur penanganan dan keamanan dalam pembongkaran amunisi tidak aktif. 


Editor : Firda Rachmawati