Ledakan Amunisi di Garut, Warga Ungkap Diberi Upah Rp150 Ribu untuk Bongkar Selongsong

Agus mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama bekerja di tempat tersebut dan diberi upah Rp150 hingga Rp200 ribu.

Ledakan Amunisi di Garut, Warga Ungkap Diberi Upah Rp150 Ribu untuk Bongkar Selongsong
Warga Ungkap Bekerja Diberi Upah Rp150 Ribu untuk Bongkar Selongsong

INILAHKORAN - Peristiwa ledakan amunisi yang terjadi di Kabupaten Garut pada Senin, 12 Mei 2025, masih menyisakan banyak tanda tanya dan terus menjadi perbincangan publik.

Salah satu warga yang terlibat dalam aktivitas di lokasi kejadian, Agus Setiawan, memberikan kesaksian langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat meninjau lokasi pada Selasa (13/5/2025). Agus mengungkapkan bahwa dirinya sudah lama bekerja di tempat tersebut.

"Saya sebagai (buruh) selongsong," ujar Agus saat berdialog dengan Dedi Mulyadi.

Agus menjelaskan bahwa tugasnya adalah melepaskan selongsong peluru dari amunisi yang tidak lagi layak pakai. Namun, ketika ditanya mengenai ke mana selongsong-selongsong itu dibawa setelah dilepas, ia mengaku tidak mengetahuinya.

"Oh ga tau kalau itu mah pak," jawabnya singkat.

Dalam pengakuannya, Agus menerima bayaran sebesar Rp150 ribu per hari atas pekerjaan tersebut. Ia menyebut bahwa pekerjaan dilakukan secara musiman, tergantung pada kedatangan barang-barang yang akan dibongkar.

"Kerja paling 12 hari beres. Datang lagi barang, ikut lagi kerja," katanya.

Agus juga menyebut bahwa para koordinator yang dianggap "sesepuh" di lokasi mendapatkan bayaran lebih tinggi.

"Koordinator, sesepuh, Rp200 ribu. Yang lain Rp150 ribu," ungkapnya.

Menanggapi informasi ini, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa aktivitas Agus bukan sekadar memulung seperti yang sebelumnya beredar di masyarakat, melainkan memang termasuk dalam bentuk pekerjaan.

"Bapak ikut kerja, beres nanti datang lagi. Pokonya ikut kerja gitu ya. Tapi kan peristiwanya udah terjadi, kecelakaan saat bekerja, ikut bekerja di situ, posisi bapak bukan mulung," ujar Dedi.

Meski begitu, Agus juga mengaku bahwa selain menjadi buruh bongkar selongsong, dirinya dan beberapa rekannya terkadang memulung sisa-sisa amunisi yang telah diledakkan. Barang-barang rongsokan tersebut kemudian mereka jual.


Editor : Firda Rachmawati