Klarifikasi Warga Soal Video Sejumlah Orang Naik Motor Dekati Lokasi Ledakan Amunisi di Garut
Warga akhirnya angkat bicara mengenai video yang beredar luas di media sosial dan menampilkan sejumlah orang menaiki sepeda motor mendekati lokasi ledakan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Seorang warga Garut yang terlibat dalam kegiatan pembukaan selongsong amunisi, Agus Setiawan, akhirnya angkat bicara mengenai video yang beredar luas di media sosial dan menampilkan sejumlah orang menaiki sepeda motor mendekati lokasi ledakan.
Dalam pertemuannya dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Agus memberikan klarifikasi langsung mengenai video tersebut.
"Kalau yang di video di media sosial motor," ujar Dedi Mulyadi sambil memperagakan adegan dalam video yang viral.
Agus pun membenarkan bahwa video tersebut memang menggambarkan kejadian yang sebenarnya.
Dia menjelaskan bahwa peristiwa dalam video itu terjadi setelah ledakan pertama, bukan saat ledakan utama yang menimbulkan korban jiwa.
"Itu betul bapak, betul tapi posisinya kan ada ledakan pertama setelah 10 menit itu mungut," kata Agus dilansir dari YouTube KDM Channel, Kamis 15 Mei 2025.
Dedi kemudian menanyakan siapa yang terekam dalam video itu.
"Rombongan kita-kita juga pak, banyak yang dari luar juga," jawab Agus.
Ketika ditanya apakah mereka memang sedang memungut serpihan ledakan, Agus membenarkannya.
"Mungut?" tanya Dedi. "Iya mungut," jawab Agus.
Agus menambahkan bahwa aktivitas tersebut dilakukan setelah ledakan pertama terjadi, yakni sebelum peristiwa besar yang menimbulkan korban.
"Yang ledakan pertama pak, kan sebelum kejadian ini," terang Agus.
Dedi kembali memastikan, apakah rombongan pengendara motor tersebut selamat dari insiden ledakan besar.
"Jadi itu mungut ke ledakan yang pertama, yang selamet, yang ga ada peristiwa. Jadi rombongan di motor itu mah selamet?" tanyanya.
"Selamet semua, jadi setelah ledakan itu pulang semua ke camp," tutup Agus.
Pernyataan Agus menjadi bagian penting dalam mengurai kronologi kejadian dan membantu mengklarifikasi informasi yang simpang siur di tengah masyarakat.
Editor : Firda Rachmawati


