Strategi Tingkatkan Semangat Belajar, Guru SMKN 3 Cimahi Berikan Success Story dari Alumni
Guru di SMKN 3 Cimahi punya cara tersendiri untuk membimbing dan memastikan para siswa-siswinya dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapat di sekolah sebagai bekal menghadapi masa depan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - guru di SMKN 3 Cimahi punya cara tersendiri untuk membimbing dan memastikan para siswa-siswinya dalam mengaplikasikan pengetahuan yang didapat di sekolah sebagai bekal menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan Success Story para alumninya, para guru SMKN 3 Cimahi menerapkan strategi pendidikan yang berfokus pada pemberian motivasi dan dukungan kepada para siswanya untuk meningkatkan kualitas mental dan kepribadian.
"Success Story ini merupakan upaya kami untuk memberikan motivasi kepada anak-anak yang bertujuan meningkatkan semangat belajar mereka," kata Guru Produktif Desain dan Produksi Busana dan Staff Hubin SMKN 3 Cimahi, Roro Dyah kepada wartawan.
Menurutnya, dalam kegiatan tersebut para siswa dapat melihat secara nyata alumni SMKN 3 Cimahi sukses.
"Ya setidaknya itu bisa memotivasi mereka agar bisa sukses seperti para alumni atau bahkan lebih sukses dari kakak alumninya," tuturnya.
Sebab, sebut Roro, bisa jadi keberhasilan yang diraih para siswan ini nantinya bisa jadi dari motivasi alumni yang dengan murah hati berbagi tips dan trik bagaimana mereka bisa meraih kesuksesan tersebut.
"Jadi, alumni memang sengaja dihadirkan dalam kegiatan Success Story ini untuk memotivasi anak-anak agar lebih semangat dalam mempelajari bidangnya," sebutnya.
"Ada berbagai jurusan yang ada di SMKN 3 Cimahi seperti perhotelan, tata boga, manajemen perkantoran, desain komunikasi visual (DKV) dan desain. Termasuk produksi perusahaan," sambungnya.
Roro menilai, siswa kelas XII yang akan lulus perlu meningkatkan pemahaman mereka agar siap menghadapi perguruan tinggi.
Kendati demikian, apabila mereka tidak berhasil mencapai prestasi yang tinggi, bagaimana langkah yang akan diambil.
"Contohnya kita menghadirkan alumni yang telah sukses, dia bekerja dulu dan selama kerja baru dia kuliah memperdalam lagi pendidikannya," ucapnya.
"Dengan memperdalam akan menambah karirnya dan meningkatkan karirnya dia di tempat bekerja," sambungnya.
Pihaknya berharap para siswanya punya banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan mereka, dengan harapan dapat mencapai kesuksesan melalui prestasi akademis yang mereka raih.
"Namun,saya berharap bahwa dengan bekerja, para siswa dapat meningkatkan kompetensi mereka dan menerapkan apa yang telah dipelajari di sekolah," harapnya.
"Kami bertekad untuk memastikan bahwa persiapan yang kami lakukan akan membantu memperlancar jalur anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, memasuki dunia kerja atau bahkan berwirausaha," tegasnya
Salah seorang alumni SMKN 3 Cimahi, Epril Ramdan menambahka, kemampuan berbahasa Inggris sangatlah penting, terutama dalam profesi seperti housekeeping di Kabin Seaworld.
"Selama proses pembelajaran, pengalaman merupakan hal yang tidak kalah pentingnya selain dari pengetahuan yang didapat. Keterampilan yang diperoleh dari pengalaman tersebut sangatlah berharga, terutama dalam bidang housekeeping," ungkap Alumni SMKN 3 Cimahi lulusan tahun 2007 ini.
Alumni yang mengambil jurusan perhotelan di SMKN 3 Cimahi ini mengakui dari almamater sekolahnya itu dirinya bisa menerapkan ilmu yang diperolehnya di dunia kerja. Termasuk dukungan dari pengalamannya selama ini.
"Oleh karena itu, mereka juga harus merasa siap untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka terima di sekolah ke dalam praktik kerja," kata Epril yang kini bekerja menjadi Housekeeping Pelayaran.
Hingga saat ini, sambung Epril, kompetensi yang diperoleh dari SMKN 3 Cimahi telah dianggap memadai. Sebelum melakukan magang para siswa telah menerima pembekalan, sehingga mereka siap untuk mengikuti praktik kerja lapangan.
"Peningkatan kemampuan softskill dari para guru itu laiknya menyempurnakan kemampuan dasar mereka. Sebab, memiliki sikap yang baik sangatlah penting, karena jika sikap buruk muncul, semua upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas akan sia-sia," pungkasnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
