Makna Dibalik Tarian Kolosal dalam Kegiatan MPLS di SMKN 3 Cimahi
Ada banyak cara unik dan menarik sekolah dalam mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2024/2025 kali ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Ada banyak cara unik dan menarik sekolah dalam mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2024/2025 kali ini.
Dikemas dengan suguhan tarian kolosal menjadi cara SMKN 3 Cimahi memperkenalkan beragam dinamika kelompok yang ada di lingkungan sekolah.
Tak hanya gerakannya yang dinamis, tarian kolosal yang ditampilkan lima jurusan yang ada di SMKN 3 Cimahi juga diiringi lagu 'Wonderland Indonesia'.
"Untuk dinamika kelompok, SMKN 3 Cimahi menghadirkan konsep tarian kolosal yang diiringi lagu 'Wonderland Indonesia'," kata
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMKN 3 Cimahi, Husnun Aprilia Syarifah, Selasa 16 Juli 2024.
"Ada 10 gerakan berbeda dalam tari kolosal. Nanti setiap kelompok dari lima jurusan menampilkan tarian kolosal," sambungnya.
Husnun menyebut, lima jurusan itu antara lain Desain Komunikasi Visual (DKV), Perhotelan (PH), Busana, Manajemen Perkantoran (MP) dan Kuliner. Setiap kelompok dari jurusan-jurusan tersebut bergantian menari kolosal.
"Makna tarian ini adalah bentuk dari keberagaman, toleransi, gotong royong. Jadi, ternyata mereka mengetahui dari lagu itu bisa membuat perdamaian," sebutnya.
Selain tarian kolosal, terang Husnun, kegiatan MPLS juga mencakup penampilan puisi dan deklarasi anti perundungan.
"Peserta MPLS ditugaskan membuat poster bertema anti kekerasan yang dipimpin salah satu peserta MPLS untuk kemudian mendeklarasikan anti perundungan," ucapnya.
Ditanya langkah yang bakal dilakukan SMKN 3 Cimahi untuk mengantisipasi kasus bullying atau perundungan, ungkap Husnun, sebelumnya pihaknya bakal melakukan pengecekan atau assessment terlebih dahulu.
"Jadi misalnya ada kejadian salah satu siswa yang terlihat cemas dan lain sebagainya, kita ada observasi dulu," ucapnya.
Kemudian, observasi itu bakal diikuti dengan tindakan lebih lanjut dari guru BK. Bahkan, bila diperlukan siswa yang bersangkutan bakal dipanggil secara personal.
Termasuk menghubungi orang tua siswa untuk memberikan informasi dan dukungan.
"Tindak lanjutnya seperti apa, dapat perundungan dari mana. Apakah dari siswa di sekolah ini atau dari SMP. Misalkan terjadi saat SMP, kita komunikasikan dengan guru SMP nya bila telah terjadi hal ini," sambung.
Ketua Panitia MPLS SMKN 3 Cimahi, Kristianto Adiputra mengatakan, pihaknya mengambil langkah sekolah ramah anak.
Menurutnya, materi tentang perundungan akan disampaikan pada hari ketiga MPLS oleh guru BK.
"Juga ada petunjuk teknis (juknis) dari provinsi terkait PPKS ini. Ada 135 poin terbagi dalam beberapa kegiatan. Itu sudah mulai kami aplikasikan, tugasnya sudah ada yang dicicil dari sekarang," ucapnya.***
Editor : JakaPermana

