Studi: Perokok Berisiko Lebih Tinggi Dirawat di Rumah Sakit Akibat Covid-19
Menurut data, sekitar 60 hingga 80% perokok lebih berpotensi dirawat di rumah sakit akibat Covid-19 dan kemungkinan juga meninggal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Menurut data, sekitar 60 hingga 80% perokok lebih berpotensi dirawat di rumah sakit akibat Covid-19 dan kemungkinan juga meninggal karena penyakit ini.
Sebelumnya, sebuah penelitian menyebut bahwa merokok dapat membantu melindungi dari virus. Namun, penelitian itu ditarik kembali setelah diketahui bahwa penulis makalah memiliki hubungan bisnis dengan industri tembakau.
Dilansir The Guardian, Dr Ashley Clift dari Universitas Oxford menggunakan catatan kesehatan dokter umum, hasil tes Covid-19, data penerimaan rumah sakit, dan sertifikat kematian untuk mengidentifikasi hubungan antara merokok dan tingkat keparahan Covid-19 dari Januari hingga Agustus 2020 pada 421.469 peserta UK Biobank studi - semuanya juga sebelumnya telah dianalisis susunan genetiknya.
Baca Juga: Pengetesan Covid-19 di Jabar capai 27 ribu per hari
Dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok, perokok saat ini 80% lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan secara signifikan lebih mungkin meninggal akibat Covid-19 jika mereka terinfeksi.
“Studi ini menambah keyakinan kami bahwa merokok tembakau tidak melindungi terhadap Covid-19, karena analisis pengacakan Mendel mereka kurang rentan terhadap pembaur daripada studi observasional sebelumnya,” tulis Dr Anthony Laverty dan Prof Christopher Millett dari Imperial College London dalam editorial terkait diterbitkan dalam jurnal Thorax.
Analisis pengacakan Mendel juga mendukung hubungan antara merokok dan hasil Covid-19 yang lebih buruk, menemukan bahwa kecenderungan genetik untuk merokok dikaitkan dengan risiko infeksi 45% lebih tinggi dan risiko masuk rumah sakit 60% lebih tinggi untuk Covid-19.
Baca Juga: Antusias Jalani Vaksin Covid-19, Warga Badui: Kami Berharap Hidup Selalu Sehat
"Kami sangat menyarankan bahwa merokok meningkatkan risiko terkena Covid yang parah, dan seperti halnya merokok memengaruhi risiko penyakit jantung, kanker. Jadi sekarang mungkin saat yang tepat untuk berhenti merokok," ujar Clift.***(Firda Rachmawati)
Editor : inilahkoran

