INILAH, Bogor - Belum ada perkembangan yang signifikan dari proses pengejaran pelaku pembuhunan Andriana Yubelia Noven Cahya (18).
Jumlah saksi yang telah diperiksa bertambah dari 15 menjadi 20 orang. Beberapa diantaranya adalah teman juga mantan pacar korban.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Hendri Fiuser mengatakan perkembangan kasus belum ada yang signifikan. Yang jelas prosesnya tetap berjalan dan tim bekarja.
"Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa saya sampaikan kepada rekan-rekan wartawan. Tim masih berbagai kemungkinan," ungkapnya kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Bogor pada Senin (14/01) siang WIB.
Hendri menjelaskan, saat ini polisi belum bisa mengindikasikan pelaku teman dekat korban atau teman jauh korban, tetapi progres tetap berjalan.
Hingga saat ini sudah ada 20 saksi yang diperiksa. Sketsa wajah dalam waktu dekat akan ditebar. Banyak tim yang dilibatkan dalam pengungkapan kasus ini.
"Markas Besar (Mabes)Polri dari awal dilibatkan, dari Polda Jawa Barat juga kami libatkan. Insya Allah menggunakan IT juga, kesulitannya sulit mengidentifikasi pelaku. Tidak ada yang kenal dengan wajah pelaku, pokonya sabar aja," tambahnya.
Sebelumnya, aparat Kepolisian telah memeriksa 15 orang saksi dalam kasus penusukan. Kemungkinan jumlah saksi yang diperiksa akan bertambah apabila masih ada kebutuhan keterangan untuk melengkapi berkas kepolisian.
"Kami dari Polsekta Bogor Timur melakukan pemeriksaan secara manual untuk melengkapi berkas dan mindik-mindiknya. Semua saksi diperiksa di Polsekta Bogor Timur, untuk tim cyber dan IT dari Polisi Daerah (Polda) Jawa Barat fan Markas Besar (Mabes) Polri. Kalau
sudah ada hadil dari tim khusus cyber akan diberikan kepada kami," ungkap Kapolsekta Bogor Timur Kompol Masudi Widodo kepada INILAH saat dihubungi pada Minggu (13/01) siang.
Masudi melanjutkan, ada beberapa saksi yang baru-baru ini diperiksa pihaknya, jumlah terakhir itu ada sekitar 15 orang saksi. Tetapi jumlah 15 belum ditambah dengan beberapa saksi yang baru kemarin diperiksa.
"Saksi orang disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan teman-teman korban. Jumlah pastinya dengan yang terbaru belum diketahui," tambahnya.
Masudi menjelaskan, tidak ada masyarakat ataupun orang yang melihat pelaku, hal itu dikarenakan korban ditemukan 15 menit setelah kejadian oleh orang yang lewat tempat kejadian. Jadi bagaimana masyarakat bisa mengetahui pelaku pergi kemana.
"Pelaku terlihat di CCTV keatas ke arah Majid Raya atau Terminal Baranangsiang. Tapi kan banyak jalan, bisa ke jalan langsung atau ke masjid, kendalanya tidak ada CCTV dekat pintu keluar jalan Masjid Raya Kota Bogor, " jelasnya.
Masudi membeberkan, barang bukti yang berhasil dikumpulkan telah dikirim ke Mabes Polri, jadi tinggal menunggu bentuk sketsa wajah dan sidik jari. Kedua masih dalam proses.
"Kami masih menuggu hasilnya sidik jari sketsa wajah. Kami masih menangani kasus ini. Kami hanya cara manual saja, yang IT dari Polda Jawa Barat dan Mabes Polri. Tim khusus cyber dilakukan oleh tim gabungan, Polda dan Mabes Polri," pungkasnya.