Sunanto Rutin Santuni Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa

Calon Kepala Desa Wangunharja, Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon Nomor Urut 2, Sunanto menggelar halal bihalal dan doa bersama untuk kelancaran pemilihan Kepala Desa serentak, 27 Oktober 2019 mendatang. Halal bihalal dan doa bersama juga digelar bertepatan dengan memberikan santunan untuk 350 anak yatim dan kaum dhuafa di sekitaran Desa Wangunharja dan Desa Slangit.

Sunanto Rutin Santuni Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa

INILAH, Cirebon,- Calon Kepala Desa Wangunharja, Kecamatan  Jamblang Kabupaten Cirebon Nomor Urut 2, Sunanto menggelar halal bihalal dan doa bersama untuk kelancaran pemilihan Kepala Desa serentak, 27 Oktober 2019 mendatang. Halal bihalal dan doa bersama juga digelar bertepatan dengan  memberikan santunan untuk 350 anak yatim dan kaum dhuafa di sekitaran Desa Wangunharja dan Desa Slangit.

Pantauan di lokasi, ratusan warga tampak berkumpul di Posko Pemenangan Bersama di Blok Kertayasa, Desa Wangunharja, Minggu (6/10/2019).

Penanggung Jawab acara, Edi Sutardi mengatakan pembagian santunan kepada ratusan anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas segala nikmat yang diterima dari Allah SWT. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus doa demi kelancaran pelaksanaan Pilkades.

"Mari kita sama-sama sukseskan kegiatan Pilkades Serentak ini. Disamping itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk syukur nikmat Pak Haji Nanto atas berbagai limpahan kenikmatan. Selama ini Calon Kades nomor urut 2 ini  memang sudah rutin memberikan santunan dan kepeduliannya kepada masyarakat," ungkap Edi.

Dia menambahkan, momentum kegiatan tersebut, selain menjadi ajang silaturahmi antar warga, juga sekaligus wadah sosialisasi terkait visi dan misi Sunanto sebagai calon kepala desa. Harapannya dengan begitu, masyarakat akan mengetahui apa yang menjadi target Sunanto ketika mendapat amanah sebagai Kepala Desa Wangunharja. "Haji Nanto punya hubungan historis dengan masyarakat Slangit. Pak Haji pernah bermasyarakat dengan orang Slangit. Oleh karena itu, kesempatan ini digunakan pula untuk bersilaturahmi," ungkapnya.

Edi menambahkan, terkait pencalonan Kuwu Wangunharja, Haji Sunanto menggunakan motto Wangunharja Unggul BERSAMA Haji Sunanto. "Pengertian unggul ini artinya baik di segala bidang. Sedangkan Bersama ini akronim dari Bersih, Santun, Mengayomi, dan Amanah. Bersih artinya beliau tidak tersangkut kasus pidana seperti korupsi dan lain-lain. Santun, bertingkah santun kepada semua orang. Beliau tidak sombong dan merendahkan orang lain. Mengayomi berarti suka melindungi dan membantu orang-orang yang tidak mampu. Sedangkan amanah, terbukti hingga hari ini, beliau menjalankan amanah Allah untuk memberikan sebagian rizkinya untuk yatim piatu dan fakir miskin," jelasnya.

Sementara itu Sunanto mengatakan, salah satu filosofi hidupnya adalah silaturahmi. Karena itulah, sejak dulu ia termasuk orang yang gemar bersilaturahmi. "Di dalam silaturahmi terdapat keberkahan," ujarnya.

Lebih lanjut ia berpesan untuk selalu menjaga silaturahmi, dalam era demokrasi, potensi gesekan antar pendukung calon Kuwu cukup tinggi. "Oleh karena itu saya meminta untuk tetap menjaga kerukunan. Semua Warga Wangunharja adalah saudara. Jangan sampai perbedaan pilihan menjadi bahan perpecahan," ujarnya.

Nanto menambahkan, dirinya hanya memohon doa dan dukungan. "Kalau yang mau diajak, silakan berikan dukungan. Kalau yang tidak mau, jangan dipaksa. Saya hanya minta doa restunya saja. Agar pelaksanaan pemilihan Kuwu ini tetap kondusif," pungkasnya. *

 


Editor : Ghiok Riswoto