Surabiyaki, Oleh-oleh Kekinian Khas Bandung Gabungan Surabi dan Dorayaki yang Endeus!

Surabiyaki gebungan Surabi dan Dorayaki yang kini jadi oleh-oleh kekinian khas Bandung. Rasanya, endeus banget!

Surabiyaki, Oleh-oleh Kekinian Khas Bandung Gabungan Surabi dan Dorayaki yang Endeus!
Surabiyaki penganan yang diproduksi PT Agrinesia Raya, produsen yang juga memproduksi penganan khas Bolu Susu Lembang (BSL).
INILAHKORAN, Bandung - Kota Bandung selalu memikat wisatawan yang ingin berkunjung dan berlibur. Berbagai jenis objek wisata seperti alam maupun budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Makanan dan penganan yang bervariasi turut membuat wisatawan betah. 
 
Surabiyaki, salah satu penganan kekinian yang ada di Bandung banyak diminati wisatawan untuk dijadikan buah tangan atau oleh-oleh. Penganan yang diproduksi PT Agrinesia Raya, produsen yang juga memproduksi penganan khas Bolu Susu Lembang (BSL). 
 
Surabiyaki berbentuk bulat dua lapis,  bertekstur lembut dan mudah untuk dikunyah. Penganan yang menggabungkan dua konsep makanan surabi khas Bandung dan dorayaki khas Jepang ini memiliki dua jenis topping yaitu saus rasa cokelat dan saus rasa durian. 
 
 
General Manager Bolu Susu Lembang Istiana Yudha Pratama menjelaskan, produk Surabiyaki terinspirasi dari makanan asal Bandung yaitu surabi dan Dorayaki dari Jepang. Target yang disasar dari produk tersebut yaitu para milenial. 
 
"Kita punya inisiatif mengelaborasikan membuat inovasi antara surabi dan dorayaki makanya kita bikin surabiyaki.
Pihaknya memilih surabiyaki perpaduan surabi di Bandung yang melegenda dan disesuaikan dengan kondisi kekinian," kata Yudha, Senin 27 September 2021.
 
Dikemukakan dia, surabi tradisional yang ada dijual saat ini biasa menggunakan topping kinca dan hanya bertahan satu hari. Sedangkan produk surabiyaki bisa bertahan hingga 10 hari. Topping yang digunakan pun terdapat dua jenis yaitu saus cokelat serta saus durian. 
 
 
Yudha mengutarakan pihaknya mengemas produk tersebut secara higienis dengan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan yaitu dapat di daur ulang. Sejak diluncurkan tiga hari lalu, dirinya menuturkan permintaan produk surabiyaki relatif bagus. 
 
"Kita optimis sekali, tiga hari lalu perkembangannya luar biasa, estimasi penjualan hampir dua kali lipat. Terlebih saat ini pelonggaran kegiatan di sektor usaha terus dibuka dan banyak objek wisata yang telah buka kembali," ucapnya.*** (Yogo Triastopo) 
 
 
 
 


Editor : inilahkoran