Surat Protes Persib Resmi Dikirim Usai Melawan Dewa United
Persib Bandung secara resmi telah mengirimkan surat protes usai melawan Dewa United di laga ke-28 Super League 2025/2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persib Bandung secara resmi telah mengirimkan surat protes usai melawan Dewa United di laga ke-28 Super League 2025/2026.
Kepastian itu diungkapkan secara langsung pelatih Persib Bandung Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia ini bahkan mengatakan surat protes tersebut sudah dikirimkan tepat pada Rabu (22/4/2026).
“Ya, kami mengirimnya (surat protes) hari ini,” ujar Bojan usai memimpin sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung.
Namun, pelatih yang mengantarkan Persib juara Liga dua kali secara beruntun pada musim 2023/2024 dan 2024/2025 ini membeberkan surat protes itu tak hanya terfokus kepada wasit.
“Ada banyak (detail), bukan hanya soal (wasit), ada beberapa masalah lain juga,” bebernya.
Dengan alasan itu, Bojan menjelaskan Persib baru bisa melayangkan surat protes meski pertandingan melawan Dewa United sudah digelar dua hari yang lalu.
“Jadi kami mengirim surat yang panjang hari ini dan saya tidak tahu apakah mereka akan melakukan sesuatu tentang hal ini atau tidak,” jelasnya.
Laga itu sendiri memang diwarnai kontroversi. Terutama dua gol yang berhasil diciptakan Dewa United ke gawang Persib Bandung.
Seperti gol pertama yang dicetak Alex Martins pada menit ke-24. Gol ini menjadi sorotan karena dalam prosesnya, bola diduga sudah keluar lapangan sebelum Alexis Messidoro mengirim umpan silang.
Kontroversi berlanjut di gol kedua yang dicetak Ricky Kambuaya pada menit ke-61. Sebab sebelum itu, terjadi handball lebih dulu kepada Alex Martins.
Sempat dilakukan checking VAR melalui headset, namun wasit Yoko Supriyanto yang memimpin pertandingan tetap mengesahkan gol tersebut.
Beruntung, Persib Bandung mampu membalas gol tersebut melalui Thom Haye pada menit ke-77 dan Andrew Jung pada menit ke-86 sehingga laga berakhir imbang 2-2.
Editor : Doni Ramdhani

