Survei: Anies-Emil Atau Sandi-Emil Lebih Moncer
Ridwan Kamil disebut-sebut sebagai salah satu kandidat potensial pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Tapi, sebuah hasil survei menunjukkan dia lebih mendongkrak sebagai calon wakil presiden.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta – Ridwan Kamil disebut-sebut sebagai salah satu kandidat potensial pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Tapi, sebuah hasil survei menunjukkan dia lebih mendongkrak sebagai calon wakil presiden.
Gubernur Jawa Barat itu memiliki elektabilitas yang tinggi jika dipasangkan dengan sejumlah calon presiden. Dua figur di mana posisi Ridwan Kamil kuat sebagai cawapres adalah untuk calon presiden Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.
Hasil survei yang dilakukan Y-Publica menunjukkan elektabilitas pasangan Anies-Ridwan Kamil cukup bagus pada angka 21 persen. Hanya kalah dibanding jika Anies kembali berpasangan dengan Sandiaga Uno yang mencapai 28,8 persen. Emil jauh lebih dipilih sebagai cawapres bagi Anies ketimbang Agus Harimurti Yudhoyono yang hanya pada kisaran 9,8 persen.
Berpasangan dengan capres Sandiaga Uno, posisi Emil pun kuat. Tingkat elektabilitas pasangan ini mencapai 31,3 persen. Lebih baik dibanding Sandi-Erick Tohir yang 27,6 persen atau Sandi-AHY yang 30,3 persen.
Sebagai capres, posisi Ridwan Kamil masih cukup sulit pada saat ini. Tingkat elektabilitasnya masih di papan tengah. Hanya 4,9 persen.
Prabowo Subianto masih memimpin dengan 23,7 persen, diikuti Anies Baswedan (14,7 persen), dan Sandiaga Uno (10,3 persen). Dia pun masih berada di bawah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, dengan 8,0 persen. Tapi, Emil berada di atas Erick Tohir (4,1 persen), Mahfud MD (2,9 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (1,6 persen).
Y-Publica melansir hasil surveinya pada Rabu (4/3/2020). Sebagai catatan, keseluruhan sebanyak 25 tokoh yang ditanyakan kepada responden sebagai capres. Dalam simulasi capres-cawapres, dipilih 5 nama sebagai capres unggulan berdasarkan opini yang berkembang pasca-Pemilu 2019. Masing-masing dipasangkan dengan sisa nama yang tersedia, menghasilkan tiga pasangan paling unggul dan sebagian sisanya tidak tahu/tidak menjawab.
Y-Publica melakukan survei nasional yang dilakukan pada 11-20 Februari 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) di setiap dapil dengan margin of error ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ik)
Editor : Zulfirman


