INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor harus mulai mencicil dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp31,9 miliar pada tahun 2023 mendatang dengan cicilan pertahun Rp6,4 miliar selama 96 bulan atau delapan tahun.
Karena itu Pemkot Bogor berharap agar situasi dan kondisi pandemi Covid-19 Kota Bogor pada akhir tahun 2022 terkendali, sehingga Pemkot Bogor mempunyai pos anggaran untuk menyicil dana PEN.
Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan, untuk dana PEN Pemkot Bogor mulai menyicil tahun depan, karena kontruksi nya dua tahun barulah tahun kedua Kota Bogor menyicil PEN selama delapan tahun.
"Pada saat kami meminjam di PEN itu harus ada persyaratan kecukupan kemapuan keuangan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," ungkap Syarifah kepada INILAH pada Selasa (1/2/2022) siang.
Syarifah menambahkan, karena adanya persyaratan itu, jadi sudah ada yang menyampaikan keuangan Pemkot Bogor layak, karena tidak ada bunga juga PEN ini.
"Sebetulnya, kami hanya dapat duluan, terus kemudian dicicil tanpa bunga. Kemampuan kami mencukupi, kami tidak akan dapat kalau tidak mencukupi kemampuan keuangannya," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Lia Kania Dewi memaparkan, intinya kalau masalah PEN tentunya dari pemerintah pusat sudah menganalisis kemampuan daerah, Kota Bogor layak atau bisa membayarkan kemampuan.
"Semua analisis keuangan sudah kami diberikan. Tentunya secara kemampuan keuangan dari bagi hasil pajak provinsi maupun pusat diperlihatkan. Untuk mencicil Insya Allah sudah masuk perencanaan, tentunya ditopang PAD yang mumpuni," ungkap Lia kepada INILAH.
Lia melanjutkan, untuk PEN ini tanpa bunga, skema pembayaran juga ditahun ketiga ketika Kota Bogor mendapatkan dana tersebut pada akhir tahun 2020. Pastinya dengan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahun ditingkatkan harus bisa membiaya pembangunan apalagi yang prioritas.
"Ya, itu otomatis, tahun 2023 kami harus mampu. Kami tahun 2023 itu ditargetkan Rp1 triliun lebih. Karena itu mudah-mudahan Covid-19 Kota Bogor terkendali. Tentunya pengendalian Covid-19 berkolerasi dengan pendapatan daerah," terangnya.
Lia menjelaskan, untuk dana PEN itu diterima sekitar Rp31,9 miliar untuk pembangunan yang mendongkrak ekonomi Kota Bogor.
"Estimasi kami pertahun kami harus membayar sekitar Rp6,4 miliar. Nilai tidak besar sehingga kami optimis bisa. Akhir masa pembayaran 96 bulan, dimulai tahun 2023," pungkasnya.***