Tahun Baru, Kabupaten Bogor Alami 41 Titik Bencana dan 11 Orang Meninggal Dunia

Hujan deras yang terjadi di Bogor sejak selasa malam hingga Rabu pagi hari atau di perayaan malam pergantian tahun membuat Kabupaten Bogor dikepung bencana mulai dari banjir bandang, jalan longsor, sekolah ambruk, dan lainnya.

Tahun Baru, Kabupaten Bogor Alami 41 Titik Bencana dan 11 Orang Meninggal Dunia
Foto-foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cibinong - Hujan deras yang terjadi di Bogor sejak selasa malam hingga Rabu pagi hari atau di perayaan malam pergantian tahun membuat Kabupaten Bogor dikepung bencana mulai dari banjir bandang, jalan longsor, sekolah ambruk, dan lainnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat hingga Rabu siang (1/1/2020) ada 41 laporan bencana alam akibat kondisi hujan deras di Bumi Tegar Beriman. Bencana tersebut mengakibatkan 11 orang dikabarkan meninggal dunia.

"Hingga Rabu siang (13.30 WIB) ada 41 laporan alam baik yang ringan, sedang hingga yang berat seperti yang terjadi di wilayah Barat, Kabupaten Bogor," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan ketika dihubungi, Rabu (1/1/2020).

Menurutnya, untuk menanggapi adanya puluhan laporan yang masuk semua petugas BPBD Kabupaten Bogor diterjunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi serta mengimbau mereka yang tempat tinggalnya rentan terkena bencana untuk segera mengungsi.

"Petugas BPBD dibantu Tagana, Polisi, TNI dan masyarakat bahu membahu melakukan evakuasi kepada korban bencana alam banjir, longsor dan sebagainya. Kepada warga yang rumahnya rawan longsor atau ambruk kami sudah himbau untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujar  mantan Kepala Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) itu.

Ketika ditanya mengenai korban luka ataupun materil, Yani menuturkan jajaran BPBD masih menghimpun data dari petugas yang turun mengevakuasi korban bencana alam di lapangan.

"Jumlah korban luka ataupun jumlah prakiraan materil kerugian masih dihitung oleh petugas BPBD maupun tim gabungan lainnya. Sementara ini korban jiwa ada 11 orang yang terjadi di wilayah Jasinga, Sukajaya, Bojonggede dan lainnya," tutur Yani.

Informasi yang dihimpun Inilah, wilayah Barat seperti Jasinga, Cigudeg dan Sukajaya menjadi wilayah paling parah akibat dampak bencana alam banjir bandang di aliran Sungai Cidurian. 

Di Kecamatan Jasinga, ada warga Kampung Parung Sapi RT 07 RW 08 Desa Kalong Sawah yang hanyut terbawa derasnya arus Sungai Cidurian. Di Kecamatan Sukajaya, tujuh orang warganya menjadi korban timbunan longsor.

"Sejauh ini ada tujuh korban yang tertimpa longsoran tanah dan juga banjir bandang, lokasi bencana ada di Desa Harkat Jaya, Desa Kiara Pandak dan lainnya. Saat ini kami bersama petugas dan warga  masih melakukan evakuasi kepada para korban," ucap Sekcam Sukajaya Ridwan.

Selain di barat, di wilayah tengah seperti Cibinong, Bojonggede, dan Babakan Madang juga mengalami bencana banjir, ambruknya atap sekolah, dan longsornya Jalan Raya Karang Tengah. 

Untuk  wilayah timur, Desa Bojong Kulur yang sempat dikomentari Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar akan menjadi desa surga kembali menjadi daerah langganan banjir. Bahkan, satu rumah dan dua bangunan lainnya mengalami ambruk rata dengan tanah hingga menimbulkan dua orang korban luka.

Sedangkan, di selatan tepatnya di Kecamatam Cisarua, ada tujuh titik bencana alam longsor tepatnya di Desa Tugu Selatan, Desa Jogjogan, Desa Leuwimalang ataupun lainnya.

"Bencana longsor di Cisarua umumnya di tebing dan dari bencana ini tidak ada korban jiwa, luka maupun mateeik karena rumah yang ambruk. Tadi pagi Jaan Raya Puncak juga sempat macet karena tebing di Riung Gunung, Puncak mengalami llongsor namun tak lama arus lalu lintas kembali lancar," tukas staf Kasi Trantib Kecamatan Cisarua Yudi Adam. (Reza Zurifwan)


Editor : Doni Ramdhani