Tak Hanya Pupuk, PKC Mulai Produksi Co2 Cair
PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), melirik pengembangan potensi bisinis lain diluar produksi pupuk urea dan NPK. Salah satu upayanya, yakni dengan memaksimalkan pemanfaatan sisa lahan yang ada di sekitar kawasan perusahaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Karawang – PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC), melirik pengembangan potensi bisinis lain diluar produksi pupuk urea dan NPK. Salah satu upayanya, yakni dengan memaksimalkan pemanfaatan sisa lahan yang ada di sekitar kawasan perusahaan.
Direktur Utama PT PKC, Maryadi menuturkan, pengembangan bisnis yang dilakukan perusahaannya tak lain dengan membangun pabrik untuk produksi karbondioksida (Co2) cair. Pembangunan pabrik baru dengan kapasitas produksi 50 ribu ton per tahun itu, menurutnya, akan menghasilkan pendapatan baru bagi Pupuk Kujang.
“Pembangunan pabrik Co2 ini telah dilakukan sejak awal 2019 lalu. Pada akhir pekan kemarin sudah diresmikan,” ujar Maryadi dalam rilis yang diterima INILAH, Senin (9/11/2020).
Maryadi menjelaskan, nilai investasi untuk pembangunan pabrik Co2 ini sebesar US$ 7,4 juta. Pabrik tersebut, berdiri di atas lahan seluas 1500 m2 milik perusahaan. Adapun alasan dibangunnya pabrik Co2 ini, untuk memanfaatkan gas ekses CO2 dari proses produksi pabrik Kujang 1A dan Kujang 1B. Nantinya, produk yang dihasilkan oleh pabrik ini, yakni CO2 cair yang bisa bermanfaat di segala industri.
“Selama ini dalam memproduksi pupuk, terutama jenis urea, banyak gas CO2 yang terbuang percuma dan menguap begitu saja ke udara. Padahal, gas yang lost itu, masih memiliki nilai ekonomis yang cukup lumayan. Dengan adanya pabrik CO2 ini, diharapkan gas yang lost bisa diminimalisasi,” jelas dia.
Jadi, kata dia, produk akhir dari pabrik ini, yakni berupa CO2 murni standard food grade yang sangat diperlukan oleh berbagai jenis industri, baik industri makanan dan minuman misalnya. Semisal, Co2 murni digunakan untuk pembuatan minuman berkarbonasi, pengawetan makanan perikanan dengan dry ice, serta pemutihan gula.
“Tak hanya itu, CO2 murni ini juga bisa digunakan dalam industri manufaktur pengelasan, pemutihan kertas, fumigasi pada sektor pertanian, serta secondary oil recover,” tambah Maryadi.
Dibagian lain, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Bakir Pasaman berharap, produk turunan yang dikembangkan Pupuk Kujang ini dapat semakin meningkatkan daya saing perusahaan. Terlebih pangsa pasar untuk produk CO2 cair masih sangat terbuka lebar.
“Pengembangan ini, sejalan dengan program kerja Pupuk Indonesia untuk lebih fokus pada diversifikasi produk yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan,” ujarnya singkat. (Asep Mulyana)
Editor : Zulfirman


