Tak Hanya Renovasi Rumah Anak Yatim Piatu, Polda Jabar Beri Bantuan 2 Ekor Kambing

Polda Jabar merenovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Cianjur yang disinggahi oleh tiga anak yatim piatu dan memberikan sumbangan

Tak Hanya Renovasi Rumah Anak Yatim Piatu, Polda Jabar Beri Bantuan 2 Ekor Kambing
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan memberikan dua ekor kambing usai merenovasi Rutilahu milik tiga orang anak yatim piatu di Cianjur. (Istimewa)

INILAHKORAN.ID - Dinding rumah itu pernah menyimpan suara kehidupan. Tawa, keluh kesah, dan doa-doa sederhana sebuah keluarga kecil di Kabupaten Cianjur. Namun sejak pertengahan 2025, rumah tersebut lebih sering sunyi. 

Dua sosok yang dulu menjadi sandaran hidup tak lagi ada, ayah dan ibu berpulang hanya berselang sebulan, meninggalkan tiga anak yang harus belajar bertahan di tengah kehilangan.

Wahyu, sang ayah, menghembuskan napas terakhirnya pada 2 Agustus 2025. Sebulan kemudian, tepatnya 5 September 2025, ibunya, Sopiah, menyusul. Sejak saat itu, rumah sederhana yang mereka huni berubah menjadi bangunan rapuh, tak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Atap bocor, dinding lapuk, dan lantai tanah menjadi saksi bisu kesedihan yang tak terucap.

Jumat, 16 Januari 2026, menjadi hari yang berbeda. Di tengah udara Cianjur yang dingin, Polda Jawa Barat bersama Komunitas Bagong Mogok meresmikan secara simbolik renovasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang kini berdiri lebih kokoh. Bukan sekadar bangunan baru, melainkan upaya menghadirkan kembali rasa aman bagi tiga anak yang kehilangan tempat berpulang.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan, mengatakan bahwa program renovasi ini lahir dari keprihatinan atas kondisi sosial masyarakat, terutama mereka yang ditinggalkan tanpa sandaran.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyerahkan rumah yang telah dibangun untuk keluarga almarhum Wahyu. Harapan kami, ketiga putra-putrinya bisa hidup lebih layak dan memiliki tempat tinggal yang aman,” ujar Rudi dengan nada penuh empati.

Ia menyadari, kehilangan orang tua bukan hanya soal duka, tetapi juga soal masa depan yang menjadi taruhan. Rumah yang layak, menurutnya, adalah langkah awal agar anak-anak tersebut tetap terlindungi dan bisa menjalani hari-hari tanpa rasa takut.

“Kita semua harus tergerak membantu masyarakat yang hidup dalam keprihatinan. Kita bersama-sama menyelamatkan dan membangun kehidupan anak-anak ini agar mereka punya masa depan,” ungkapnya.

Tak hanya rumah, Polda jabar juga menyerahkan dua ekor domba kepada keluarga almarhum Wahyu. Bantuan sederhana, namun sarat makna sebagai upaya memberi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Kami berharap domba-domba ini berkembang, beranak-pinak, dan kelak bisa membawa manfaat bagi kehidupan mereka,” tambah Irjen Rudi.

Kini, rumah itu kembali berdiri dengan warna baru. Namun bayangan kehilangan tetap ada, menyatu dengan dinding yang baru dicat. Renovasi ini tak bisa menghapus duka, tetapi setidaknya memberi ruang bagi harapan untuk tumbuh perlahan.

Melalui kegiatan ini, Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial.

“Insya Allah, kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi sosial, dan berbagai pihak untuk menghadirkan kegiatan yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Di rumah yang dulu hampir roboh itu, tiga anak yatim kini belajar kembali bermimpi—di bawah atap baru, tanpa ayah dan ibu, namun dengan secercah harapan yang mulai menyala.


Editor : Ahmad Sayuti