Taman Alun-Alun Bandung Belum Dibuka Penuh, Wali Kota Ungkap Masalah Proyek Renovasi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, penutupan Taman Alun-Alun Bandung bukan hanya keputusan teknis.

Taman Alun-Alun Bandung Belum Dibuka Penuh, Wali Kota Ungkap Masalah Proyek Renovasi

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, penutupan Taman Alun-alun Bandung bukan hanya keputusan teknis. Melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan, dan pelaksanaan proyek renovasi yang dinilai bermasalah sejak awal.

Menurutnya, kondisi hasil pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan standar yang diharapkan untuk ruang publik utama kota. “Taman Alun-alun saya tutup karena pekerjaan renovasinya jelek. Makanya saya tutup, bukan apa-apa,” kata Farhan, Sabtu (20/6/2026).

Dia menjelaskan, perbaikan tidak hanya dilakukan pada hasil akhir. Tetapi juga menyentuh proses dari hulu, termasuk sistem lelang dan perencanaan desain. “Saya minta diperbaiki. Lelangnya diperbaiki, desainnya diperbaiki,” ucapnya.

Farhan juga menyoroti adanya kesalahan yang melibatkan berbagai pihak dalam proses proyek tersebut, baik dari sisi pemberi kerja maupun pelaksana pekerjaan. Pembenahan sistem menjadi hal yang tidak bisa ditunda.

“Terus terang, ini sebetulnya kesalahan dari pemberi dan pelaksana pekerjaan. Jadi saya lagi perbaiki dulu,” ujar dia.

Dia menambahkan, pembukaan sementara Taman Alun-alun hanya dilakukan dalam situasi darurat termasuk saat kegiatan pawai Persib Bandung dan bukan sebagai tanda proyek sudah rampung sepenuhnya. Pemerintah kota sambung dia, masih melakukan penyempurnaan sebelum fasilitas tersebut kembali dibuka untuk umum secara penuh. “Pokoknya sampai betul-betul selesai dan layak,” tegasnya.

Sementara itu, Farhan juga menyinggung pengelolaan Taman Tegallega yang saat ini masih menjadi perhatian pemerintah kota. Diakuinya tentang adanya aturan retribusi masuk sebesar Rp2.000 sesuai peraturan Wali Kota yang berlaku.

Namun dia menyebut, pemerintah tengah mengkaji kemungkinan perubahan kebijakan tersebut agar akses masyarakat bisa lebih terbuka. “Saya lagi kaji bagaimana caranya supaya bisa gratis,” ujar dia.

Menurtnya, kawasan Tegallega memiliki fungsi yang cukup kompleks karena tidak hanya berperan sebagai ruang terbuka hijau. Tetapi juga area olahraga, pusat aktivitas UMKM hingga fasilitas pengelolaan sampah. Kondisi itu, membuat pemerintah perlu melakukan penataan ulang agar fungsi kawasan lebih tertata dan optimal untuk publik.***


Editor : JakaPermana