Taleus Bogor Siap Tekan Stunting

Pemkot Bogor berupaya menurunkan angka stunting dengan membentuk Bunda Peduli Stunting yang dimotori Yantie Rachim. Bunda Peduli Stunting dilantik di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (5/11/2019).

Taleus Bogor Siap Tekan Stunting
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor berupaya menurunkan angka stunting dengan membentuk Bunda Peduli Stunting yang dimotori Yantie Rachim. Bunda Peduli Stunting dilantik di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (5/11/2019).

Salah satu inovasi Bunda Peduli Stunting Tanggap Leungitkeun Stunting (Taleus Bogor). Ada 5.000 dari 100.000 balita di Kota Bogor masih stunting.

"Tanggung jawab semakin besar, karena saya tidak hanya sekedar peduli tapi harus langsung bergerak," ujar Yantie Rachim kepada wartawan pada Rabu (6/11/2019) siang.

Yantie mengaku, sudah memiliki tim yang bisa digerakkan untuk memulai pencegahan dan penurunan stunting di Kota Bogor. Ia dan tim akan turun langsung ke lapangan mengedukasi masyarakat, terutama ibu-ibu untuk peduli dengan asupan gizi anak-anaknya.

"Terjadinya stunting mungkin karena ketidaktahuan ibu dalam memberikan gizi makanan seimbang kepada anaknya, terutama gizi bagi anak perempuan yang kelak akan menjadi ibu," jelasnya.

Yantie optimistis bisa menurunkan angka stunting di Kota Bogor dengan inovasi Taleus Bogor. Mengingat pada 2017 lalu angka stunting di Kota Bogor ada di angka 27 persen yang kemudian turun menjadi lima persen di 2018. Kedepan tim bunda peduli stunting ini akan lebih giat, fokus dan tepat sasaran dalam penyuluhan dan pembinaan ke masyarakat.

"Tentunya kami akan dibantu dinas terkait dan tokoh masyarakat, karena tanpa masyarakat langkah kami tidak akan maksimal," tuturnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah mengatakan, angka stunting 5 persen di 2018 ini didapat dari hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB) dengan sasaran 100.000 balita di Kota Bogor. Stunting ini merupakan permasalahan kurang gizi pada balita yang membuat bayi pendek, alias umur balita dibandingkan dengan tinggi badannya tidak ideal.

"Istilahnya bayi pendek karena perkembangan gizinya kurang maksimal," ungkapnya di gedung DPRD Kota Bogor pada Rabu (6/11/2019) sore.

Rubaeah menambahkan, stunting ini bisa dicegah sejak usia remaja, calon pengantin, ibu hamil dan balita dengan memberikan edukasi memperbaiki cakupan gizi.

"Inovasi Tanggap Leungitkeun Stunting (Taleus Bogor) sudah diterapkan di seluruh Posyandu Kota Bogor untuk mengecek gizi ibu hamil dan balita," pungkasnya. (Rizki Mauludi)


Editor : DeryFG