Tangani Longsor di Mekarwangi, Inilah Dua Skenario Usulan Dewan
Longsor susulan terjadi di kawasan Jalan Kayu Manis - Kencana atau tepatnya di Kampung Setu Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Longsor susulan terjadi di kawasan Jalan Kayu Manis - Kencana atau tepatnya di Kampung Setu Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal. Diketahui longsor susulan yang terjadi pada 7 Mei hingga 8 Mei 2021, 80 persen badan jalan longsor sehingga tidak aman dilalui kendaraan.
Pantauan di lokasi, arus lalu lintas dari arah Kencana menuju Jalan Soleh Iskandar dialihkan ke Jalan Ahmad Sa'yani depan Kantor Kelurahan Mekarwangi, memutar di Gerbang Perumahan Bukit Mekarwangi yang berada di RW 08 Kelurahan Kayu Manis.
Kemudian, pengguna jalan bisa melanjutkan perjalanan lurus melintasi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor atau belok kiri melintas jalan depan SMP Negeri 16 Kota Bogor. Keduanya berada di wilayah Kelurahan Kayu Manis.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar mengatakan, dirinya merespon cepat pasca longsor susulan Setu Asem, Kelurahan Mekarwangi yang berada di belakang Perumahan Taman Sari Persada, dengan dua skenario.
"Pertama, secara penganggaran BPBD Kota Bogor bergegas untuk memproses kejadian longsor jalan tersebut sebagai kejadian bencana," ungkap Karnain kepada INILAH pada Selasa (11/5/2021).
Karnain melanjutkan, kemudian diproses untuk dapat menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) karena membutuhkan respons segera untuk memperbaiki kondisi jalan yang fungsinya sangat vital bagi masyarakat.
"Skenario awal menggunakan alokasi yang sudah dianggarkan di APBD 2021 murni, tidak mencukupi untuk merespons situasi aktual. Kebutuhan anggaran, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Bogor sebesar Rp3 miliar," tambah Karnain yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Bogor.
Karnain menambahkan, kedua adalah pekerjaan jalan atau jembatan. Kajian Dinas PUPR Kota Bogor merumuskan perubahan skenario pekerjaan jalan di lokasi longsor. Pekerjaan Tanggul Penahan Tanah (TPT) dan perbaikan jalan di lokasi longsor berubah menjadi kegiatan pembangunan jembatan.
Terpisah, Camat Tanah Sareal, Sahib Khan mengatakan, untuk penanganan titik longsor akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Informasinya, pembangunan TPT dan jalan akan dilaksanakan pada Juni mendatang.
"Pembangunannya bulan Juni. Pekerjaannya TPT dan jalan. Nanti proses lelang cepat 18 hari. Karena ini darurat," ungkap Sahib diruang kerjanya pada Selasa (11/5/2021). (rizki mauludi)
Editor : suroprapanca

