Tawuran Remaja Hingga Tewas, Masih Pantas Bogor Sandang Kota Layak Anak?
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengatakan, Kota Bogor sudah menjadi kota dengan potret kekerasan pada usia pelajar, piagam penghargaan sebagai kota layak anak sudah tidak pantas lagi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor-Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengatakan, Kota Bogor sudah menjadi kota dengan potret kekerasan pada usia pelajar, piagam penghargaan sebagai kota layak anak sudah tidak pantas lagi.
Lebih baik Pemkot Bogor mengembalikan penghargaan tanpa harus merasa gengsi dan berusaha mendpatkan kembali piagam penghargaan dimana Kota Bogor sudah benar menjadi kota yang layak bagi anak dan keluarga.
"Masa setiap bulan harus ada nyawa remaja melayang sia-sia. Tawuran sekarang dilakukan pada dini hari dan ini menjadi tantangan buat kita semua untuk mampu mengurai dan memutus mata rantai apa yang menjadi sebab akibat terjadinya tawuran. Apa yang diributkan, apa dasar mereka brutal, apakah ada pengaruh obat terlarang?," ungkap Atty.
Atty menambahkan, kalau tidak salah, kejadian korban tewas di Jalan RE Martadinata kemarin ada kesepakatan adanya patroli pada tempat-tempat yang biasa dipakai tawuran dan akan dilakukan 1x24jam atau jam-jam tertentu yang rawan kejadian.
"Nah, ini kejadian lagi hal sama didaerah yang berbeda. Lebih baik APBD Kota Bogor untuk berpartisipasi memasang CCTV sebagai antisipasi awal dan adanya aparat yang tersebar untuk mendapatkan informasi penyebab terjadinya tawuran. Kepada orang tua harus bekerja sama sebagai bentuk pencegahan," pungkasnya.
Sebelumnya, Dua kejadian tawuran remaja terjadi di Kota Bogor pada Minggu (9/2/2020) dini hari.
Pertama, peristiwa tawuran di Jalan Raya Pandu, Kecamatan Bogor Utara, dan kedua peristiwa di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal.
Peristiwa tawuran di Jalan Raya Pandu, seorang remaja berinisial MZ (16) meninggal dunia. Dari informasi yang dihimpun, MZ diserang beberapa remaja menggunakan celurit saat sedang dibonceng di motor bersama kakaknya. Hal itu dibenarkan oleh Kapolsekta Bogor Utara AKP Ilot Djuanda.
"Iya, benar ada kejadiannya. Kejadian tawuran menjelang subuh dan ada satu korbannya meninggal dunia," ungkap Ilot pada Minggu (9/2/2020). (Rizky Mauludi)
Editor : JakaPermana

