INILAH, Gunung Putri- Satuan Binmas Polres Bogor melakukan sosialisasi pemilu presiden (Pilpres) maupun pemilu legislatif (Pileg) 2019.
Kegiatan tersebut, bertujuan menekan angka golongan putih (Golput) di Kabupaten Bogor yang mencapai 25 persen dari angka Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Kasat Binmas Polres Bogor AKP Dody Rosjadi menuturkan dalam acara Tabligh Akbar Kebangsaan dan Deklarasi Damai di Masjid LDII Baitul Kabir dirinya menghimbau masyarakat yang punya hak pilih untuk menggunakan hak pilih tersebut pada Rabu (17/4) mendatang.
"Kami kepada jamaah Masjid LDII Baitul Kabir menghimbau agar warga yang punya hak pilih untuk tidak golput, gunakan hak pilih dan berbondong-bondonglah ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) karena suara anda ikut menentukan nasib bangsa selama 5 tahun kedepan," tutur AKP Dody kepada wartawan, Minggu (31/3).
Mantan Kapolsek Nanggung ini menambahkan agar warga berhati-hati kabar hoax. Dia ingin kondisi di Bumi Tegar Beriman tetap kondusif hingga jelang hari pencoblosan.
"Ketika ada informasi di sosial media itu jangan langsung kita sebar, tetapi cermati dan tabayyun dulu dengan mencari kebenaran informasi tersebut di media berita mainstream. Kalau memang informasi tersebut kurang jelas dan tidak perlu maka konsumsi saja buat pribadi," tambahnya.
Pembinan Yayasan LDII Baitul Kabir Ustadz Ahmad Yani menyarankan kepada 4000an jamaah yang hadir untuk menggunakan hak pilih baik Pilpres maupun Pileg sesuai hati nuraninya dan menghargai perbedaam pilihan agar pemilu berlangsung damai.
"Kepada jamaah Yayasan LDII Baitul Kabir kami minta bahkan kita larang untuk tidak ikut-ikutan Golput, karena itu melanggar aturan dan komitmen bersama untuk ikut menentukan nasib bangsa kedepan. Kami juga menghimbau hargai perbedaan pilihan dan tetap jaga silaturrahmi sesama warga Indonesia," ucap
Ustadz Ahmad Yani.
Agar pencoblosan Pilprs maupun Pileg pada Rabu (17/4) mendatang berjalan maksimal, jajaran pengurus Yayasan LDII Baitul Kabir pun melakukan stimulasi pencoblosan pemilu.
"Kami sudah tuntun mereka dengan melakukan stimulasi pencoblosan agar pencoblosan yang mereka lakukan nantinya sah secara aturan, karena LDII tidak berafiliasi dengan partai politik manapun dan netral kami pun membebaskan jamaah untuk memilih pemimpinnya," tukasnya.