INILAH, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu tumbuhnya industri gula untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendirikan pabrik gula baru di Jawa dan luar Jawa.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini produksi gula nasional dipasok 48 pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 17 pabrik gula milik swasta.
"Rancananya, akan ada 12 pabrik baru yang akan didirikan di Jawa dan luar Jawa. Semuanya akan diberikan insentif oleh pemerintah," katanya dikutip Antara, Minggu (17/3/2019).
Menurutnya, pada 2018 dari puluhan pabrik gula berbasis tebu itu menghasilkan sebanyak 2,17 juta ton. Jumlah itu masih jauh dari angka kebutuhan gula nasional yang mencapai 6,6 juta ton.
Dia mengakui, untuk memenuhi kebutuhan itu pihaknya melakukan impor. Namun, pihaknya terus mengupayakan untuk menurunkan ketergantungan terhadap bahan baku impor.
"Berdasarkan data tren produksi dan konsumsi gula nasional, terdapat kesenjangan antara supply dan demand sehingga terpaksa kekurangan dipenuhi melalui impor. Terutama raw sugar atau gula kristal mentah, di antaranya untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman," jelasnya.
Dia menegaskan, pemerintah berupaya menekan volume impor. Pada 2019, izin kuota impor gula industri sekitar 2,8 juta ton. Angka tersebut turun dibandingkan tahun lalu sebanyak 3,6 juta ton.
"Kuota impor dipotong lantaran masih ada stok gula impor sekitar 1 juta ton di gudang-gudang industri," ujarnya.
Guna menekan volume impor itu, pemerintah juga aktif mendorong investasi industri gula terintegrasi dengan kebun. Dalam upaya memacu tumbuhnya pabrik-pabrik gula baru dan perluasan pabrik gula yang sudah eksisting, Kemenperin menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian No 10/2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.
"Fasilitas ini disambut baik investor yang melakukan pembangunan pabrik gula baru sejak tahun 2010 dengan total investasi sampai saat ini mencapai Rp30 triliun, meliputi 12 pabrik gula baru diantaranya dua pabrik gula akan commissioning tahun 2019-2020 serta satu pabrik gula eksisting yang sudah melakukan perluasan," tutur Airlangga.