Terbanyak dari Jatim, DVI Polda Kalsel Identifikasi 63 Korban KM Virgo Transport 8

Tim DVI Polda Kalsel berhasil mengidentifikasi 63 jenazah korban KM Virgo Transport 8. Asal daerah terbanyak didominasi warga Jawa Timur.

Terbanyak dari Jatim, DVI Polda Kalsel Identifikasi 63 Korban KM Virgo Transport 8
Terbanyak dari Jatim, DVI Polda Kalsel Identifikasi 63 Korban KM Virgo Transport 8

INILAHKORAN.ID - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan terus bekerja intensif mengidentifikasi jenazah korban tragedi kecelakaan KM Virgo Transport 8. 

Hingga Minggu, data menunjukkan mayoritas jasad korban meninggal dunia yang telah berhasil diidentifikasi berasal dari Jawa Timur (Jatim).

​Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr. Much Sofwan, mengonfirmasi bahwa dari puluhan jasad yang teridentifikasi, warga asal Jawa Timur menempati jumlah terbanyak.

​Rincian Asal Daerah Korban yang Teridentifikasi

​Dari total 80 jenazah yang diterima oleh Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, tim DVI Polda Kalsel sejauh ini telah berhasil mengidentifikasi 63 jenazah. Berikut rincian sebaran daerah asal korban:

​Jawa Timur: 28 orang (terbanyak)

​Jawa Tengah: 16 orang

​Kalimantan Selatan: 8 orang

​Jawa Barat: 6 orang

​Rangkaian proses identifikasi korban kecelakaan kapal ini pertama kali diawali oleh ditemukannya jasad Reyner Fausta Yosilianto (22), pemuda asal Malang, Jawa Timur. Korban berhasil teridentifikasi sejak Senin (14/9) lalu berdasarkan pencocokan catatan sidik jari.

​17 Jenazah Masih Proses Identifikasi dan Uji DNA

​Sementara itu, sebanyak 17 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Untuk mempercepat dan memastikan keakuratan data, tim medis telah mengirimkan sampel DNA para korban ke Pusdokkes Polri di Jakarta.

​Polda Kalsel meminta pihak keluarga korban untuk tetap bersabar selama proses medis dan rekonsiliasi data berlangsung. Kombes Pol dr. Much Sofwan menegaskan bahwa tim DVI bekerja tanpa henti guna menyelesaikan proses evakuasi medis ini secepat mungkin.

​"Kita kerja tanpa libur, bahkan Sabtu dan Minggu tetap kerja. Apalagi ketika jenazah diterima, langsung kami lakukan pemeriksaan dan pencocokan data ante mortem dari keluarga," ujar Sofwan.


Editor : Firda Rachmawati