Daddy Rohanady: Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Anggota Komisi IV DPRD Jabar sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Daddy Rohanady mendesak Pemkot Cirebon untuk memberikan kompensasi pada warga di Kelurahan Argasunya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Daddy Rohanady mendesak Pemerintah Kota Cirebon untuk memberikan kompensasi pada warga di Kelurahan Argasunya.
Hal tersebut disampaikan Daddy Rohanady pada kegiatan reses di daerah pemilihan Kabupaten/Kota Cirebon dan Indramayu di Kampung Sumur Wuni, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Selasa (3/3/2020).
Dia menuturkan, kompensasi itu semestinya diberikan oleh Pemerintah Kota Cirebon. Pasalnya, warga di Kelurahan Argasunya telah bersedia kampung halamannya dijadikan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Kopi Luhur. “Wajar mereka mendapat kompensasi, karena warga telah bersedia kampung halamannya dijadikan tempat penampungan sampah,” tuturnya.
Pemerintah seharusnya bisa melihat dampak negatif yang dirasakan warga Argasunya sebagai dampak dari adanya tempat penampungan sampah tersebut. Seperti bau menyengat, limbah air sampah, hingga masalah kesehatan. Jika warga tidak menerima kompensasi berupa uang, minimal mereka mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Pelayanan kesehatan harusnya ada di dekat sini, agar warga tak perlu jauh-jauh berobat. Misal, kalau tengah malam warga gatal-gatal, mereka bisa berobat secepatnya. Nggak perlu warga pergi ke RS Gunung Jati," ujarnya.
Seharusnya, kata Daddy Rohanady, tiap daerah di Kota Cirebon memberikan tipping fee saat mengirim sampah ke Argasunya karena seluruh sampah di Kota Cirebon ditampung di TPA Kopi Luhur, Argasunya. "Jika tidak mau, silakan bakar sampahnya masing-masing dengan risiko bau di tempat masing-masing. Tentu itu tidak akan mereka tempuh," tegasnya.
Secara logika, lanjutnya, ketika ada warga mau menampung sampah di daerahnya, harusnya punya empati untuk mereka. "Masa sih hanya mau buang sampahnya doang. Kita yang nikmat, orang lain yang terima baunya. Siapa yang mau dengan kondisi itu?" ujarnya.
Daddy Rohanady mengimbau kepada dewan asal Partai Gerindra di Kota Cirebon untuk memperjuangkan masyarakat agar mendapatkan kompensasi. "Partai Gerindra harus menjadi pelopor hadir di tengah masyarakat. Partai Gerindra agar mendorong APBD berpihak kepada masyarakat," imbaunya.
Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Argasunya, Yugiono, membenarkan selama ini belum mendapat perhatian dari Pemkot Cirebon. "Pemerintah tidak memberikan perhatian mengenai kesehatan warga di sini," ujar pria yang akrab disapa Ono tersebut.
Ono yang juga mantan Ketua RT ini mengaku, warga merasakan sesak napas, batuk, dan gatal-gatal. "Kalau bisa, tempat sampah (TPA Kopi Luhur) dipindah, jangan di sini," tegasnya.
Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Beberapa kegiatan reses yang dilakukan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat sekaligus Wakil Fraksi Partai Gerindra Jabar, Daddy Rohanady, di antaranya di Jalan Angsana II, Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.
Reses tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Ruslan, Kepala Dusun III, dan Ketua RW11. Beberapa aspirasi warga, Jalan Angsana II, Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, di antaranya:
Uje (Tokoh Arumsari) RW 011
1. Sejak 2005, daerah Arumsari sering tergenang banjir, dan dari tahun ke tahun bertambah parah, banjir bisa mencapai 80 cm dan masyarakat terdampak banjir membutuhkan bantuan.
2. Tempat peribadatan dalam hal ini musala butuh direnovasi.
Samsudin Kadir
1. PDAM: Air tidak mengalir, namun tagihan tetap berjalan
2. Jalan komplek harus segera diperbaiki.
M Furqon
Akses menuju situs Keramat Talun terlalu sempit, butuh bantuan untuk pelebaran akses jalan.
Wawan (Ketua RT 005)
1. Butuh senderan sepanjang 100 meter di tepi Sungai Cihideung agar tidak menggerus tanah sekitar perumahan.
2. TPS masih tidak layak pakai sehingga membutuhkan bantuan. (agus sn)
Editor : suroprapanca

