Terkendala Lahan Sempit, Pemkot Cimahi Dorong Petani Gunakan Metode Hidroponik

Kondisi lahan pertanian yang sempit dan terbatas membuat para petani di Kota Cimahi mulai mengembangkan metode hidroponik.

Terkendala Lahan Sempit, Pemkot Cimahi Dorong Petani Gunakan Metode Hidroponik
Kondisi lahan pertanian yang sempit dan terbatas membuat para petani di Kota Cimahi mulai mengembangkan metode hidroponik.

INILAHKORAN, Cimahi - Kondisi lahan pertanian yang sempit dan terbatas membuat para petani di Kota Cimahi mulai mengembangkan metode hidroponik.

 
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengatakan, pihaknya mendorong masyarakat, khususnya para petani untuk menggunakan metode hidroponik sebagai media tanam.
 
"Lahan tani di Cimahi kan sangat terbatas, makanya masyarakat harus menyiasati hal ini dengan memanfaatkan pola tanam dengan metode hidroponik," katanya.
 
 
Menurutnya, penggunaan metode hidroponik ini harus terus disosialisasikan kepada petani melalui berbagai kelompok tani, seperti yang sudah diterapkan kelompok wanita tani (KWT).
 
"Media tanam hidroponik merupakan kegiatan bercocok tanam yang dilakukan tanpa tanah. Hanya dengan mengoptimalkan air yang mengandung nutrisi-nutrisi yang baik untuk pertumbuhan," tuturnya.
 
Ia menyebut, peralatan yang digunakan pun cukup sederhana, yakni bisa menggunakan sterofoam dan pasir.
 
 
"Sekarang ini KWT yang sudah menanam hidroponik, tapi baru terbatas tanam kangkung atau pakcoy," sebutnya
 
Selain dianggap mudah dan simpel, kata dia, budidaya tanam hidroponik juga memiliki beberapa keuntungan dibandingkan menggunakan media tanah. Di antaranya masa tanam yang lebih pendek, yakni 25-30 hari, sementara jika mengggunakan tanah bisa sampai 35 hari. 
 
"Selain efisien waktu, produk buah dan sayuran yang dihasilkan dari sistem hidroponik juga lebih subur, sehingga kualitas nutrisi yang terkandung jadi lebih terjaga karena tak pakai pestisida," ujarnya. (agus satia negara).***


Editor : inilahkoran