Terungkap! Tujuan Terselubung Doni Salmanan Sawer Sejumlah Publik Figur, Ternyata untuk...

Doni Salmanan menyawer sejumlah publik figur papan atas tanah air untuk satu tujuan terselubung. Ternyata...

Terungkap! Tujuan Terselubung Doni Salmanan Sawer Sejumlah Publik Figur, Ternyata untuk...
Polisi menggiring tersangka kasus penipuan aplikasi Quotex Doni Salmanan (tengah) saat konferensi pers di Bareskrim, Mabes Polri Jakarta, Selasa (15/3/2022).

INILAHKORAN, Bandung- Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap motif di balik aksi Doni Salmanan menggelontorkan uang ke sejumlah publik figur.

Ternyata, tujuan Doni Salmanan menyawer para selebritis papan atas, itu dalam rangka menaikkan popularitas.

Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Po. Reinhard Hutagaol mengungkapkan, Doni Salmanan hendak menarik perhatian publik demi mempromosikan investasi via opsi biner Quotex.

Baca Juga: Ini Link dan Cara Mendaftar UTBK SBMPTN 2022

"Ya memang itu tujuannya," kata Kombes Pol. Reinhard Hutagaol saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat 18 Maret 2022.

Diketahui bahwa Doni Salmanan menggelontorkan uang-nya ke sejumlah publik figur, seperti membeli minuman racikan Rizky Febian senilai Rp400 juta.

Lalu menyawer gamer Reza Arap sebesar Rp1 miliar, membagikan tas (Clocth) merk Dior untuk kado Atta Halilintar dan membeli mobil Porsche Arief Muhammad senilai Rp4 miliar.

Selain itu, Doni Salmanan juga memberi hadiah pernikahan kepada Rizky Billar.

Baca Juga: Penah Terima Amplop Tebal dari Doni Salmanan, Rizky Billar Akan Diperiksa Hari Ini

Menurut Reinhard, upaya Doni Salmanan tersebut membuat heboh hingga menjadikannya terkenal sebagai sosok anak muda yang dermawan.

"Buat heboh, jadi terkenal, dermawan, muda dan kaya," tutur Reinhard.

Penyidik telah meminta keterangan empat publik figur yang menerima aliran dana crazy rich Bandung tersebut.

Empat publik figur tersebut yakni Rizky Febian, Reza Arap, Arief Muhammad dan Atta Halilintar.

Penyidik juga berencana memanggil Rizky Billar dan Alffy Rev untuk dimintai keterangan pekan depan.

Menurut Reinhard, keempat publik figur tersebut tidak mengetahui asal muasal uang Doni Salmanan yang diduga berasal dari tindak pidana pencucian uang (TPPU). "(Mereka) tidak tau," ujar Reinhard.

Baca Juga: Catat! Ini Hal-hal yang Bisa Buat Kamu Gagal Daftar UTBK SBMPTN 2022

Dalam konferensi pers Selasa 15 Maret 2022 lalu, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Asep Edi Suhedi mengungkap perbuatan melawan hukum yang dilakukan Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan.

Doni Salmanan sebagai pengguna dan pemilik akun YouTube King Salaman melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara membuat video dalam kanal YouTube King Salamanan.

Isinya, berisi berita bohong dan menyesatkan mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Yogyakarta Jumat 18 Maret 2022

Tersangka seolah-olah mendapat uang miliaran rupiah dari hasil main trading valuta asing di website Quotex dan melakukan flexing (pamer kekayaan) untuk meyakinkan masyarakat yang menonton YouTube nya agar ikut bergabung dan bermain trading di website Quotex.

"Namun demikian, DS tidak main trading di Quotex hanya menjadi afiliator untuk mendapatkan member (anggota) bermain di trading Quetex,” kata kata Asep di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/3).

Adapun cara kerja aplikasi tersebut adalah member harus meletakkan modal, kemudian mempertaruhkan modal untuk menebak harga nilai valuta asing dalam waktu yang sudah ditentukan.

Dalam hal ini, afiliator binary option adalah sales freelance yang mendapat imbalan hasil ketika mengajak orang lain bergabung.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Tangerang Selatan Jumat 18 Maret 2022

Dan afiliator ini mendapat keuntungan dari hasil transaksi yang dilakukan para afiliasi sebagai member untuk melakukan trading valuta asing di website Quotex.

Asep mengungkap, keuntungan yang didapat oleh Doni Salmanan yang pertama adalah sebesar 80 persen apabila member mengalami kekalahan bermain trading. Dan keuntungan kedua sebesar 20 persen apabila member mengalami kemenangan bermain trading.

Dalam perkara ini, Doni Salmanan dijerat dengan Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang ITE ancamannya 6 tahun penjara.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Yogyakarta Jumat 18 Maret 2022

Selain itu, Pasal 378 KUHP ancaman penjara 4 tahun dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar.***


Editor : inilahkoran