The Great Asia Afrika jadi Inisiator Tanggap Darurat Covid-19 Kawasan Wisata Bandung Barat
MENGANTISIPASI Merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di kawasan wisata Lembang, The Great Asia Afrika berinisiatif melakukan langkah preventif sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi darurat pandemi virus corona khususnya di kawasan wisata.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
MENGANTISIPASI Merebaknya wabah virus corona (Covid-19) di kawasan wisata Lembang, The Great Asia Afrika berinisiatif melakukan langkah preventif sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi darurat pandemi virus corona khususnya di kawasan wisata.
Berbagai fasilitas disediakan pengelola The Great Asia Afrika untuk mengantisipasi meluasnya penularan virus corona ini khususnya di Kawasan Wisata The Great Asia Afrika Lembang, antara lain menyediakan thermo scanner bagi para pengunjung, hand sanitizer, dan semprotan alkohol 70 persen untuk mencegah kuman dan bakteri.
Corporate Secretary & PR The Great Asia Africa, Intania Setiati mengungkapkan, sejak awal merebaknya isu virus corona (COVID-19) ini, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para pengunjung The Great Asia Africa ini.
"Tiap security kita bekali cairan alkohol untuk pembersih tangan. Pengunjung ditawarkan untuk disemprot hand sanitizer," ungkapnya pada INILAH usai uji coba penanggulangan COVID-19 di The Great Asia Africa, Lembang, Minggu (15/3)
Intan mengaku, pihaknya telah memasang hand sanitizer sebanyak 50 lebih setiap sudut Great Asia Africa. Selain itu, lanjut Intan, pengelola juga senantiasa mengingatkan para pengunjung untuk mencuci tangan pakai
sabun."Adanya kasus corona yang muncul saat ini, menyadarkan mereka akan pentingnya menjaga kebersihan dimanapun mereka berada,"ujarnya.
Selain itu, kata Intan, pihaknya pun telah memasang Thermo Scanner satu tepat dipintu masuk. "Nanti kita akan tambah lagi, karena sekarang memang alatnya lumayan sulit didapat," katanya.
Intan menuturkan, semenjak informasi wabah COVID-19 menjangkit di Indonesia, jumlah pengunjung wisata mengalami penurunan. Namun, lanjut Intan, jumlah penurunan di Great Asia Africa tidak terlalu signifikan.
"Angka penurunan dikita berkisar 20-30 persen, karena pengunjung kita tidak terlalu banyak yang berasal dari warga negara asing (WNA). Adanya himbauan dari Dinas Pendidikan untuk meminimalisir anak-anak untu karya wisata otomatis berkurang, apalagi mayoritas pengunjung kita yang study tour," tuturnya.
Lebih jauh Intan menjelaskan, pihaknya pun turut memberikan edukasi terkait pencegahan virus corona melalui spanduk yang terpasang ataupun pamflet dengan tujuan mengingatkan pengunjung agar melakukan pola hidup sehat.
“Kalau ada pengunjung yang suhunya melebihi 38 derajat, kami akan menahan dulu agar tidak masuk ke kawasan wisata, kemudian kita berikan pemahaman dengan cara yang baik agar pengunjung tersebut tidak berkunjung dulu, istirahat, dan memeriksa kondisi kesehatannya,” jelasnya.
Intan memastikan kawasan wisata The Great Asia Afrika aman untuk dikunjungi, karena pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak dua pekan lalu dengan menjaga kebersihan lokasi serta menyediakan fasilitas khusus untuk menyikapi wabah COVID-19 ini. “Kami mengikuti standar yang telah ditentukan dengan menyediakan tempat cuci tangan, sabun, dan hand sanitizer,” ujarnya.
Sementara itu, Dwi pengunjung asal Kota Bogor mengaku tidak terpengaruh dengan merebaknya isu tentang virus corona di Indonesia. "Saya sih santai aja, selama bisa menjaga kesehatan dan kebersihan dengan baik saya tenang," ujarnya.
Dwi mengatakan, fasilitas yang disediakan pengelola The Great Asia Africa untuk menanggulangi Covid-19 sangat bermanfaat. "The Great Asia Africa ini kan lagi viral, dengan adanya fasilitas untuk penanggulangan jadi aman dan bisa terus jalan-jalan," katanya.(agus sn/ghi)
Editor : Ghiok Riswoto

