THR ASN, TNI, Polri 2026 Disiapkan Rp55 Triliun, Cair Awal Ramadhan
THR 2026 untuk aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri telah disiapkan dengan nilai mencapai Rp55 triliun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah memastikan anggaran tunjangan hari raya (THR) 2026 untuk aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri telah disiapkan dengan nilai mencapai Rp55 triliun. Penyaluran THR ditargetkan dapat dilakukan pada awal Ramadhan 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga daya beli masyarakat.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa pencairan THR ASN tahun ini dipastikan tetap dilakukan, meski tanggal pastinya masih menunggu keputusan resmi pemerintah.
Ia menargetkan penyaluran bisa terealisasi pada fase awal puasa agar konsumsi rumah tangga tetap terjaga.
1. Belanja Pemerintah Triwulan I 2026 Tembus Rp809 Triliun
Dalam proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), total belanja pemerintah pada triwulan I 2026 diperkirakan mencapai Rp809 triliun. Anggaran THR ASN, TNI, dan Polri masuk dalam pos belanja tersebut.
Selain THR, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program prioritas dengan rincian:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Rp62 triliun
Rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sumatera: Rp6 triliun
Paket stimulus ekonomi: Rp13 triliun
Langkah ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi sejak awal tahun.
2. Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5–6 Persen di Awal 2026
Belanja pemerintah yang dieksekusi tepat waktu diproyeksikan menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada awal 2026. Pemerintah memperkirakan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 dapat tumbuh di kisaran 5,5 persen hingga 6 persen.
Jika target tersebut tercapai, Indonesia dinilai berpeluang keluar dari tren pertumbuhan 5 persen yang selama ini terjadi. Pemerintah menilai capaian ini realistis seiring kuatnya konsumsi dan percepatan investasi.
3. Konsumsi Rumah Tangga Didongkrak Libur Panjang dan WFA
Konsumsi rumah tangga diperkirakan menguat pada triwulan I 2026, seiring momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga dinilai memberi ruang mobilitas masyarakat yang berdampak pada peningkatan belanja sektor transportasi, pariwisata, dan ritel.
Pencairan THR ASN, TNI, dan Polri pada awal Ramadhan turut diproyeksikan memperkuat daya beli dan mendorong perputaran uang di daerah.
4. Dorongan Investasi: Rp220 Triliun dari Desa hingga Hilirisasi
Dari sisi penawaran dan investasi, pemerintah mempercepat pembangunan:
30.000 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan nilai Rp90 triliun
190.000 unit rumah (komersial, subsidi, dan BSPS) dengan anggaran Rp20 triliun
Proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp110 triliun
Jika digabungkan, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun. Pemerintah menilai investasi skala besar ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026.
Editor : Firda Rachmawati
