INILAH, Garut – Sebanyak 15 kepala keluarga (kk) atau setara sekitar 60 jiwa warga Kampung Cipicung, Desa Depok, Kecamatan Cisompet Selatan, Kabupaten Garut, harus mengungsi setiap hujan deras mengguyur daerah sekitar. Hal itu dilakukan guna menghindari kejadian tak diharapkan, menyusul pergerakan tanah sejak akhir Desember 2018.
Menurut Kepala Desa Depok Dedi Mulyadi, saat ini terdapat 12 jiwa dari 3 kk yang terancam pergerakan tanah masih diungsikan ke tempat aman. Berbeda dengan 48 jiwa dari 12 kk warga lainnya tetap menghuni rumah tinggal masing-masing.
"(Warga diungsikan) Terutama jika mendadak wilayahnya diguyur hujan deras disertai angin kencang dalam waktu cukup lama," kata Dedi didampingi Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Cisompet Rusmana.
Dedi menyebutkan, untuk mengantisipasi ancaman bahaya pergerakan tanah, di wilayah Kampung Cipicung mendesak dibangun tembok penahan tebing.
Kepala Bidang Jaminan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Garut Heri Gunawan menyatakan, tidak ada warga di Kampung Cipicung yang terancam pergerakan tanah mengungsi.
"Kecuali, kalau hujan besar, baru mereka mengevakuasi diri ke rumah tetangga atau tempat yang dinilai aman," ujarnya.
Berkaitan pergerakan tanah mengancam warga di Kampung Cipicung, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Dadi Djakaria mengatakan, pihaknya akan mengomunikasikan kondisi tersebut dengan ahli geologi di Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk penanganannya.