Tiga Ditemukan, Sepuluh Masih Hilang : Kesaksian Warga Korban Longsor Pasirlangu

Adria seorang warga Cisarua masih mengharap 10 anggota keluarganya yang masih tertimbun ditemukan setelah 3 lainnya berhasil dievakuasi

Tiga Ditemukan, Sepuluh Masih Hilang : Kesaksian Warga Korban Longsor Pasirlangu
Adria warga terdampak longsor Pasirlangu, Cisarua masih berthahan di posko pengusian sembari menanti kabar semua anggota keluarganya ditemukan. Dari 13 anggota keluarga, baru tiga yang ditemukan dan 10 lainnya masih dalam pencarian.

INILAHKORAN.ID - Hingga beberapa hari pascabencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sejumlah keluarga korban masih bertahan di posko pengungsian sambil menunggu kabar anggota keluarganya yang belum ditemukan.

Salah seorang warga terdampak lonsor, Adria (30), mengatakan dirinya telah berada di posko sejak Sabtu siang, beberapa jam setelah longsor terjadi di dusun Pasirkuning, Kecamatan Cisarua pada Sabtu dini hari.

“Di pos ini dari hari Sabtu, dari kejadian itu Sabtu dini hari, berarti di sini Sabtu siang sampai sekarang,” ujar Adria.

Ia menjelaskan, dari 13 anggota keluarga inti yang menjadi korban longsor, hingga kini baru tiga orang yang berhasil ditemukan. Sementara 10 anggota keluarga lainnya masih dalam proses pencarian.

“Keluarga inti itu 13 orang. Alhamdulillah yang sudah ketemu tiga orang, masih menunggu 10 orang lagi,” katanya.

Adria menyebutkan, korban yang belum ditemukan berasal dari keluarga besar, termasuk paman, pasangan suami istri, serta sejumlah sepupu. Sementara tiga korban yang telah ditemukan berasal dari hari pertama dan kedua pencarian.

“Yang tiga orang itu, alhamdulillah ua saya yang paling pertama ketemu, terus ada satu korban lain, dan yang ketiga kakak saya,” ucapnya.

Ia juga menceritakan bahwa pada hari kedua pencarian, seorang adik sepupunya berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Pas dipanggil keluarga untuk dicek, ternyata betul itu adik sepupu saya,” katanya.

Menurut Adria, rumahnya berada di bagian paling ujung pemukiman yang terdampak longsor. Ia menyebutkan, di lingkungan tempat tinggalnya terdapat sekitar 18 rumah yang terdampak dengan jumlah korban mencapai puluhan orang.

“Kalau di pemukiman saya saja, kurang lebih ada 18 rumah, korbannya sekitar 60 orang,” ujarnya.

Adria juga mengenang detik-detik awal terjadinya longsor yang berlangsung secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya.

“Waktu kejadian itu terdengar suara gemuruh kencang dan ada getaran. Kakak saya yang di depan rumah teriak karena lihat rumah kebawa arus air dan tanah,” tuturnya.

Selama menunggu di posko, keluarga korban telah menjalani tes DNA guna mempermudah proses identifikasi korban yang masih dalam pencarian.

Ia berharap para korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi dan mendoakan keselamatan seluruh petugas yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Harapan saya korban yang belum ditemukan agar segera ditemukan. Terus yang ditinggalkan semoga tabah, dan tim SAR, polisi, TNI yang sedang berjuang disehatkan supaya lancar mengevakuasinya,” pungkas Adria.


Editor : Ahmad Sayuti