Basarnas Kerahkan Alat Berat dan K9, Area Longsor Pasirlangu Lebih dari 26 Hektare
Operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menghadapi tantangan medan berat dan area terdampak yang sangat luas
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menghadapi tantangan medan berat dan area terdampak yang sangat luas.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, luas area operasi diperkirakan mencapai lebih dari 26 hektare dengan kedalaman longsoran di beberapa titik lebih dari lima meter.
“Kalau kita lihat, area yang kita laksanakan operasi ini ternyata lebih dari 26 hektare dengan kedalaman yang cukup ekstrem,” ujar Syafii.
Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari pemetaan udara menggunakan drone dan helikopter, asesmen lapangan, hingga penyisiran manual dan mekanis.
“Kita setiap saat memetakan dengan drone, dibantu unsur udara. Kemudian kita lakukan penyisiran dari sayap kiri dan kanan, termasuk aliran sungai,” katanya.
Dalam operasi tersebut, Basarnas juga mengerahkan anjing pelacak K9 dan alat berat. Namun, keterbatasan akses jalan membuat hanya alat berat berukuran kecil hingga sedang yang dapat digunakan.
“Dengan space jalan yang sangat terbatas, alat berat yang bisa kita operasikan hanya ukuran minimal dan sedang. Saat ini ada sembilan alat berat yang sudah tergabung di lapangan,” ungkapnya.
Syafii menambahkan, operasi SAR akan dievaluasi pada hari ketujuh pelaksanaan, sementara pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari.
“Operasi normalnya akan kita evaluasi pada hari ke-7, dan selanjutnya kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan serta kebijakan pemerintah daerah,” pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

