Tim Gabungan Ditarik, 15 Petugas DLH Bogor Dilatih Tangani Kebakaran
Tim gabungan ditarik setelah 10 hari penanganan kebakaran TPAS Galuga. Sebanyak 15 petugas DLH Kota Bogor dilatih menghadapi potensi kebakaran susulan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Penanganan pascakebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga berlanjut setelah petugas gabungan mulai ditarik dari lokasi pada Minggu (27/9/2026).
Setelah sekitar 10 hari penanganan Kebakaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor untuk melanjutkan pemantauan dan penanganan di lokasi.
Sebanyak 15 petugas DLH diberikan pelatihan khusus terkait mitigasi awal dan langkah penanganan apabila kembali muncul titik asap maupun api di kawasan TPAS Galuga.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan yang disiapkan setelah petugas gabungan ditarik.
"Untuk penanganan akan dilanjutkan oleh internal DLH Kota Bogor dengan sistem kesiapsiagaan yang telah disiapkan. Sebanyak 15 orang petugas DLH kita latih untuk memahami mitigasi awal dan langkah penanganan bencana ke depannya. Ketika terjadi bencana yang sama atau setidaknya muncul asap, mereka bisa melakukan langkah pendinginan awal," ungkap Jenal, Minggu (27/9/2026).
Selain pelatihan, petugas juga bergotong royong membuat embung air di sejumlah titik di sekitar TPAS Galuga. Sejumlah peralatan pendukung seperti terpal, selang dan pompa air turut disiapkan.
Peralatan tersebut diharapkan dapat digunakan petugas DLH untuk melakukan penanganan awal apabila kembali ditemukan titik asap atau api.
"Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga TPAS Galuga dari potensi kebakaran susulan. Karena itu, diperlukan patroli khusus dengan petugas yang bekerja secara bergantian," terangnya.
Jenal memastikan 15 petugas yang mendapat pelatihan tersebut tidak mengganggu tugas operator maupun petugas lainnya.
"15 orang itu di luar operator. Operator hari ini ada 12 orang, petugas timbang ada lima orang, itu tidak terganggu. DLH memiliki pasukan yang cukup banyak karena bertugas menjaga kebersihan lingkungan," tambah Jenal.
Meski penanganan harian dilanjutkan internal DLH, Jenal memastikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta BPBD Kota Bogor tetap melakukan pemantauan.
Jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat, personel gabungan akan kembali dikerahkan untuk membantu penanganan.
"Damkar, BPBD, dan lintas OPD lainnya tentu siap mendukung ketika, amit-amit, ke depan terjadi bencana lagi. Sambil dilakukan pendinginan setiap hari," jelasnya.
Selain penanganan pascakebakaran, Pemkot Bogor juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di TPAS Galuga.
Langkah tersebut antara lain pemasangan sumur bor air, pembuatan kanalisasi hingga pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah lokasi.
"Jadi saya rasa sebelum PSEL berlaku, TPA Galuga perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota maupun Pemerintah Kabupaten Bogor," bebernya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, embung air yang telah dibuat harus dipastikan selalu terisi agar dapat digunakan sewaktu-waktu ketika dibutuhkan.
"Pola mobil tangki juga harus tersusun. Ini menjadi kesiapsiagaan lanjutan ketika pasukan gabungan ditarik, sehingga petugas DLH bisa lebih memahami langkah penanganan," jelas Dimas.***
Editor : JakaPermana

