Tingkatkan Pelayanan, KAI Hadirkan Coworking Space dan Loko Ber-AC

INILAH, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki terobosan anyar.  Guna mengakomodir minat masyarakat khususnya generasi milenial yang cenderung kreatif dan dinamis, operator moda transpo

Tingkatkan Pelayanan, KAI Hadirkan Coworking Space dan Loko Ber-AC
INILAH, Bandung - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki terobosan anyar.  Guna mengakomodir minat masyarakat khususnya generasi milenial yang cenderung kreatif dan dinamis, operator moda transportasi massal itu menyediakan fasilitas coworking space di berbagai stasiun.
 
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, fasilitas coworking space tersebut ditujukan untuk memudahkan penumpang yang ingin bekerja dengan ruang yang nyaman saat berada di stasiun sebelum atau sesudah naik KA.
 
“Saat ini, fasilitas coworking space ada di sembilan stasiun dan kedepannya akan dihadirkan di berbagai stasiun lainnya,” kata Edi di Stasiun Bandung, Sabtu (6/4/2019). 
 
Kesembilan coworking space itu hadir di Stasiun Gambir, Juanda, BNI City, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, dan Jember.
 
Menurutnya, untuk menggunakan fasilitas ruang itu pun penumpang cukup menunjukkan boarding pass dengan tanggal keberangkatan atau kedatangan pada hari yang sama. Setiap pengunjung coworking space dapat menggunakan fasilitas ini untuk bekerja maksimal selama dua jam dalam setiap kunjungannya. 
 
Selain itu, Edi menyebutkan pihaknya kini memfasilitasi pendingin ruangan (air conditioining/AC) untuk masinis. Peresmian lokomotif ber-AC itu dilakukan Menteri BUMN Rini M Soemarno. Melalui Balai Yasa Yogyakarta, KAI melakukan modifikasi kabin lokomotif sehingga kini memiliki AC. Fasilitas pendingin ruangan itu memiliki kapasitas pendinginan ± 8.000 Kcal dan daya ± 3.000 watt yang mampu menahan hawa panas dari cuaca dan mesin lokomotif.
 
AC pada lokomotif ini merupakan produk dalam negeri dengan kandungan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 57,69%. Hal ini penting dalam rangka menciptakan kompetensi industri pendukung perkeretaapian di Indonesia. 
 
Lokomotif ber-AC ini diharapkan dapat  meningkatkan kenyamanan bagi masinis sehingga lebih berkonsentrasi dalam bertugas. Selain itu, kabin ber-AC ini juga penting untuk keselamatan masinis untuk memberikan kesejukan di dalam kabin selama berdinas. Sebab sebelumnya, masinis harus membuka jendela kabin lokomotif sehingga rawan terkena pelemparan batu oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
 
Dari jumlah 251 lokomotif seri CC 201, CC 202, CC 203, dan CC 204 yang dimiliki KAI, saat ini sudah terpasang AC pada 17 lokomotif dari program tahun 2019 sebanyak 28 Lokomotif. Selanjutnya KAI merencanakan pemasangan AC pada seluruh armada lokomotif.
 
Sementara itu, Menteri BUMN Rini M Soemarno merespons positif terhadap strategi bisnis yang dilakukan KAI.
 
“Dengan lokomotif ber-AC itu membuat masinis bisa lebihnyaman dan tak mudah lelah. Kenyamanan itu berdampak terhadap keselamatan perjalanan. Untuk coworking space itu sejalan dengan arah revolusi industri 4.0,” sebut Rini.


Editor : inilahkoran