Tingkatkan Pelayanan, Tirta Pakuan Berupaya Tekan Angka Kebocoran Air Bersih

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya menekan angka kebocoran air sebagai peningkatan layanan kepada masyarakat.

Tingkatkan Pelayanan, Tirta Pakuan Berupaya Tekan Angka Kebocoran Air Bersih
Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan Dani Rakhmawan mengatakan, penanganan kebocoran air tidak bisa dilakukan secara parsial melainkan harus secara komprehensif dengan menyesuaikan kondisi jaringan di lapangan. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya menekan angka kebocoran air sebagai peningkatan layanan kepada masyarakat.

Direktur Operasional Perumda Tirta Pakuan Dani Rakhmawan mengatakan, penanganan kebocoran air tidak bisa dilakukan secara parsial melainkan harus secara komprehensif dengan menyesuaikan kondisi jaringan di lapangan.

"Langkah penurunan kebocoran memang dari tahun ke tahun selalu kami lakukan. Karena ini harus dilakukan secara komprehensif, dengan menyesuaikan kondisi jaringan, termasuk adanya penambahan warna-warna khusus pada jaringan," kata Dani, Minggu (31/5/2026).

Dani memaparkan, langkah-langkah yang telah dilakukan diharapkan bisa lebih agresif dalam menekan angka kebocoran, sekaligus mendukung target perusahaan dan program Pemerintah Kota Bogor dalam penyediaan akses air minum.

"Harapannya apa yang kami lakukan bisa lebih agresif supaya target perusahaan tercapai dan mendukung program Pemkot Bogor, khususnya akses air minum kepada masyarakat," paparnya.

Dani menjelaskan, saat ini pihaknya mulai memetakan wilayah yang menjadi prioritas penanganan kebocoran. Salah satu yang menjadi fokus awal adalah zona satu, yang mencakup wilayah Ciawi hingga Tajur.

"Perkiraan kami yang pertama adalah zona satu, dari wilayah Ciawi sampai dengan Tajur. Itu menjadi salah satu prioritas, karena ada korelasi antara persentase kehilangan air dengan jumlah jam layanan," jelasnya.

Dani membeberkan, kebocoran air berdampak langsung terhadap tekanan air yang diterima pelanggan. Oleh karena itu, identifikasi titik kebocoran harus dilakukan secara akurat berdasarkan data dan kondisi lapangan.

"kebocoran itu pasti mempengaruhi tekanan di pelanggan. Nah, disini kami melihat ada titik terang yang harus diklarifikasi dari data maupun lapangan," bebernya.

Dani menerangkan, penentuan prioritas tidak hanya berdasarkan perkiraan semata. Pihaknya akan melakukan sinkronisasi data dengan jajaran internal, khususnya manajer transmisi dan distribusi.

"Kami akan mintakan data persentase kebocoran di setiap zona dan mengklarifikasi apakah data yang disajikan sudah akurat, sehingga penanganannya tepat," terangnya.

Dani membeberkan, terkait zona dengan tingkat kebocoran tertinggi, zona satu masih menjadi perkiraan awal. Namun, hal tersebut masih perlu dibuktikan melalui data yang valid.

"Perkiraan kami zona satu, tapi harus dibuktikan dengan data. Makanya kami akan sinkronkan dengan data dari manajer transmisi distribusi supaya sejalan dan bersinergi," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani