Tinjau Bencana Pasirlangu, Wamensos Pastikan Kebutuhan Warga Terdampak Terpenuhi
Wamensos Agus Jabo Priyono mengunjungi lokasi longsor Pasirlangu, Cisarua, KBB. Dalam kunjunganny, Wamensos memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak bencana tanah Longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpenuhi.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan, kunjungannya ke lokasi bencana dilakukan untuk memastikan kondisi aktual para pengungsi pascalongsor yang terjadi pada 24 Januari 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Kemensos memfokuskan perhatian pada pemenuhan kebutuhan pangan, ketersediaan tempat tinggal sementara, serta kondisi psikologis para pengungsi, khususnya anak-anak.
“Kami ingin memastikan seluruh pengungsi yang terdampak longsor pada 24 Januari lalu mendapatkan pemenuhan kebutuhan darurat secara menyeluruh,” ujar Agus saat meninjau lokasi, Jumat (6/2/2026).
Kondisi Anak-anak Terdampak Longsor Stabil
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kondisi pengungsian dinilai relatif baik. Agus menyebut anak-anak yang ditemui berada dalam kondisi stabil dan tidak menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis.
“Alhamdulillah, kondisinya baik. Anak-anak terlihat stabil, tidak tertekan, bahkan tampak bahagia,” tuturnya.
Selain memastikan kondisi pengungsian, Kemensos juga menyalurkan santunan tahap pertama kepada ahli waris korban meninggal dunia. Sebanyak 23 ahli waris menerima santunan, terdiri atas 21 keluarga dari Desa Pasirlangu dan dua keluarga dari Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.
“Santunan untuk ahli waris diberikan dalam dua tahap. Tahap berikutnya akan disalurkan setelah diusulkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat,” jelasnya.
Nilai Bantuan Mencapai Rp2 Miliar
Tak hanya santunan, Kemensos juga mendirikan dapur umum serta menyalurkan bantuan buffer stock untuk mendukung kebutuhan dasar para pengungsi. Total nilai bantuan yang telah disalurkan di wilayah Cisarua mencapai sekitar Rp2 miliar.
“Nilai santunan dan buffer stock sekitar Rp1 miliar, belum termasuk operasional dapur umum. Secara keseluruhan, total intervensi dan bantuan adaptif mencapai Rp2 miliar,” ungkap Agus.
Agus menegaskan, setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi untuk memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia memastikan dukungan dari pemerintah provinsi hingga pusat akan diberikan jika kemampuan daerah terbatas.
“Jika anggaran dan infrastruktur di tingkat kabupaten tidak mencukupi, akan dibantu provinsi. Jika masih terkendala, pemerintah pusat akan turun langsung,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana, mengingat tingginya curah hujan yang diperkirakan berlangsung hingga April mendatang.
“Saya mengimbau masyarakat agar tetap waspada, karena potensi bencana akibat curah hujan tinggi masih berlangsung dari Desember hingga April,” pungkasnya. ***
Editor : Gin gin T Ginulur
