TNI-Polri jadi Korban Judi Online, Anggota DPR RI Mulyadi Bilang Begini ke Menko Polhukkam
Keranjingan judi online tidak hanya terjadi di masyarakat biasa, tetapi sudah 'menyasar' ke aparatur kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- Keranjingan judi online tidak hanya terjadi di masyarakat biasa, tetapi sudah 'menyasar' ke aparatur kepolisian dan tentara Nasional Indonesia (TNI).
Seorang TNI di Kabupaten Bogor tewas diduga gantung diri akibat stres memikirkan pinjaman online (Pinjol), ia dikabarkan keranjingan judi online.
Sementara seorang polisi dibakar istrinya hingga meninggal dunia akibat keranjingan judi online, mirisnya istrinya juga seorang anggota Polisi Wanita (Polwan) dan memiliki tiga orang anak yang masih kecil.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR-RI Mulyadi pun meminta Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menyikapi maraknya judi dan pinjaman online, yang diawali dengan kemiskinan.
Makna dan defenisi kemiskinan, kata Mulyadi harus direset atau disetel ulang. Oleh karena itu, pembangunan harus tepat sasaran dan judi dan pinjaman online harus
"Beberapa hari ini terjadi beberapa peristiwa yang sangat memprihatinkan akibat game dan pinjaman online, ini harus disikapi oleh Menko Polhukam," ungkap Mulyadi kepada wartawan, Senin, 10 Juni 2024.
Mulyadi menuturkan menurut riset atau survey, penggemar judi online, nomor satunya adalah masyarakat Indonesia. Kabar tersebut pun dianggap sangat mengerikan.
"Sangat mengerikan, oleh karena itu aplikasi judi dan game online harus diberantas atau paling tidak dibatasi. Tentu pelaksanaan teknisnya ada di Kementerian Komunikasi dan Informatika," tuturnya.
Kepada Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk menggunakan anggarannya demi membangun raga dan badan masyarakat Indonesia.
"Sesuai UUD 45, maka anggaran pemerintah harus membangun raga dan badannya, mindset masyarakat Indonesia jangan berpikir instan agar ingin cepat kaya tanpa dilalui proses yang baik. Mindset dan mental yang sudah salah itu didukung dengan banyaknya aplikasi judi dan pinjaman online,"
Mulyadi pun berharap ekosistem digital dilindungi oleh pemerintah pusat, karena ada big data masyarakat Indonesia yang sewaktu-waktu bisa digunakan oleh asing yang membiayai aplikasi atau E-commerce.
"Kita jangan bangga akan tumbuhnya E-commerce, tapi lalai dalam melindungi big data masyarakat Indonesia. Kita harus berusaha memberikan masa depan yang terbaik untuk anak cucu kita," harap Mulyadi. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti
