Toleransi Antarumat Beragama di Kota Bogor Masuk Kategori Sangat Tinggi

Survei IKUB 2025 mencatat toleransi antarumat beragama di Kota Bogor masuk kategori sangat tinggi, didukung kuatnya peran generasi muda.

Toleransi Antarumat Beragama di Kota Bogor Masuk Kategori Sangat Tinggi
Doa lintas agama di Kota Bogor untuk korban bencana Sumatera beberapa waktu lalu. Survei menunjukkan toleransi antarumat beragama di Kota Bogor masuk kategori sangat tinggi. (Foto: Rizki Mauludi/InilahKoran)

INILAHKORAN.ID – Kehidupan keberagaman di Kota Bogor mencatat capaian positif. Berdasarkan Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Tahun 2025, tingkat toleransi antarumat beragama di Kota Bogor berada pada kategori sangat tinggi.

Survei tersebut dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan dengan tujuan mengukur secara komprehensif kondisi kerukunan umat beragama di Kota Bogor, meliputi dimensi toleransi, kesetaraan, dan kerja sama.

Peneliti FISIB Universitas Pakuan, Toto Sugiarto, mengatakan hasil penelitian ini menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan tahun 2023. Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi sebagai modal sosial penting bagi Kota Bogor.

“Ini menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan tahun 2023. Toleransi di Kota Bogor sangat tinggi dan ini merupakan capaian yang perlu dijaga bersama,” kata Toto saat memaparkan hasil survei, Rabu (24/12/2025).

Saling Menghormati

Berdasarkan hasil survei, dimensi toleransi mencatat skor 84,4 dengan kategori sangat tinggi. Dimensi kesetaraan juga berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai 81,4. Sementara itu, dimensi kerja sama antarumat beragama memperoleh skor 77,4 atau berada pada kategori tinggi.

Toto menjelaskan, tingginya nilai toleransi dan kesetaraan mencerminkan kuatnya sikap saling menghormati serta penerimaan terhadap perbedaan keyakinan di tengah masyarakat Kota Bogor.

Temuan menarik lainnya adalah keterlibatan generasi muda yang menunjukkan skor lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Menurut Toto, hal ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan kerukunan umat beragama di masa depan.

“Generasi muda memiliki potensi besar sebagai penjaga dan penggerak kerukunan ke depan,” ujarnya.

Menghargai Perbedaan

Sementara itu, anggota tim peneliti FISIB Universitas Pakuan, Roni Jayawinangun menjelaskan, toleransi dimaknai sebagai sikap menerima dan menghargai perbedaan keyakinan, nilai, maupun budaya, dengan kesediaan hidup berdampingan secara damai.

Adapun kesetaraan dipahami sebagai kondisi di mana setiap individu memiliki hak dan nilai yang sama tanpa diskriminasi, serta memperoleh akses dan peluang yang adil dalam kehidupan sosial.

“Sedangkan kerja sama dimaknai sebagai tindakan nyata saling bahu-membahu antarkelompok agama, yang diwujudkan melalui empati, simpati, dan aktivitas sosial bersama,” jelas Roni.

Dia menegaskan, secara umum hasil survei IKUB 2025 menunjukkan Kota Bogor memiliki fondasi kuat dalam membangun kerukunan umat beragama, yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain. ***


Editor : Gin gin T Ginulur