Toponimi Taman di Bandung Masuki Kajian, Farhan Bilang Satu Taman Bisa Banyak Nama
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, tengah mematangkan proses toponimi taman di Kota Bandung dengan melibatkan budayawan dan akademisi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, tengah mematangkan proses toponimi taman di Kota Bandung. Proses dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak termasuk kalangan budayawan dan akademisi.
Saat ini, Farhan menuturkan proses toponimi taman di Bandung masih berada pada tahap pendalaman kajian. Sejumlah dokumen awal telah ia sampaikan kepada para budayawan untuk ditelaah, kemudian diperkaya dengan dokumen dokumentasi yang dimiliki Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus).
“Saya sudah menyampaikan beberapa dokumen terkait toponimi di Bandung kepada teman-teman budayawan dan sekarang sedang mendalami, ditambah dengan dokumen-dokumen dokumentasi yang dimiliki Disarpus,” kata Farhan, Jumat 30 Januari 2026.
Menurutnya, hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyesuaian nama toponimi taman di Kota Bandung. Bahkan, tidak menutup kemungkinan satu taman memiliki lebih dari satu nama menyesuaikan dengan latar sejarah dan sebutan yang berkembang di masyarakat.
“Jadi kita akan sesuaikan, dan kemungkinan ada satu taman yang memiliki beberapa nama,” ucapnya.
Farhan mencontohkan salah satu taman yang berada di kawasan arah Pasteur. Taman tersebut, diketahui memiliki banyak sebutan di masyarakat sehingga membutuhkan kajian lebih mendalam sebelum penamaan resmi ditetapkan.
“Misalkan taman yang masuk ke arah Pasteur, karena memang banyak sebutan di taman itu,” ujar dia.
Terkait anggaran, ia memastikan program toponimi taman tidak menghabiskan anggaran besar dan tidak mencapai miliaran rupiah. Dipastikan juga, program tersebut tidak berada di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).
“Enggak sampai miliaran. Anggaran itu bukan oleh DPKP, tapi dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” jelasnya.
Ia menambahkan, besaran anggaran sangat bergantung pada kebutuhan dan kedalaman kajian yang dilakukan oleh tim terkait. “Besarannya tergantung dari kajiannya,” ujar dia.
Adapun target penyelesaian proses toponimi taman tersebut, ditetapkan pada Maret. Namun sebelum ditetapkan secara resmi, hasil kajian tersebut harus melalui uji akademis terlebih dahulu.
“Target saya pada bulan Maret harus sudah selesai, karena mesti ada uji akademisnya dulu,” tuturnya.
Ia menambahkan, uji akademis merupakan tahapan penting karena penamaan taman berkaitan erat dengan sejarah, budaya dan identitas Kota Bandung. Diperkirakan, proses tersebut akan memunculkan diskusi dan perdebatan yang konstruktif.
“Nah, uji akademisnya kan pasti mengundang perdebatan yang seru,” tandas dia.
Editor : Doni Ramdhani
