Marak Modus Penipuan Hipnotis di Astana Anyar Bandung, Emas Raib Ditukar Mentega
Viral unggahan di Threads, modus dugaan penipuan di Astana Anyar Bandung hingga korban kehilangan emas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Warga Kota Bandung, khususnya di wilayah Pasar Anyar dan Astana Anyar, diimbau untuk lebih waspada terhadap maraknya modus dugaan penipuan berkedok hipnotis dan mistis.
Seorang korban yang disebutkan berinisial Tante E dilaporkan kehilangan puluhan gram emas setelah terpedaya oleh sindikat penipuan yang berpura-pura mencari obat herbal dan menakut-nakuti korban dengan ramalan bernuansa keagamaan.
Dugaan aksi penipuan ini pertama kali diungkap oleh akun Threads @marchmeetmars dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Menurut penuturan akun tersebut, peristiwa bermula saat Tante E sedang berbelanja bawang di Pasar Anyar, Bandung. Tiba-tiba, korban didatangi oleh dua orang perempuan yang berpura-pura menanyakan lokasi penjual obat tanaman herbal untuk menyembuhkan suami yang sedang sakit.
Tak lama kemudian, salah satu pelaku membujuk korban untuk ikut menemui sosok yang diklaim sebagai "pendeta senior" bernama Akong. Meski sempat menolak berkali-kali, korban akhirnya tanpa sadar menyetujui ajakan tersebut dan masuk ke dalam mobil pelaku.
Diduga Dilakukan oleh Sindikat Terorganisir
Di dalam mobil, korban dipertemukan dengan seseorang yang mengaku sebagai cucu dari Akong. Sosok ini berpura-pura memiliki keahlian cenayang dan mulai membocorkan data pribadi korban, termasuk jumlah anak hingga keberadaan anak sulungnya di Jakarta.
"Entah darimana, mereka tahu informasi tentang Tante E. Memiliki 3 anak dan anak sulungnya lagi di Jakarta," tulis akun @marchmeetmars.
Pelaku kemudian menakut-nakuti korban dengan menyebutkan bahwa anaknya berada dalam bahaya besar dan akan tertimpa nasib buruk. Untuk menetralisir musibah tersebut, pelaku meminta korban membawa seluruh perhiasan emas yang ada di rumahnya bersama segenggam beras yang dimasukkan ke dalam plastik.
Modus Penukaran Plastik: Emas Diganti Mentega
Setelah korban mengambil perhiasan emas miliknya, pelaku mengumpulkan kantong plastik berisi emas dan beras tersebut. Pelaku kemudian melakukan manipulasi dengan alasan memberikan "air doa" dan menginstruksikan korban untuk tidak membuka plastik tersebut selama 5 hari.
Namun, setelah masa 5 hari berlalu dan plastik dibuka, perhiasan emas milik korban telah ditukar oleh pelaku dengan beras dan mentega.
Unggahan tersebut langsung memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak netizen yang membagikan pengalaman serupa dengan modus operandi yang hampir identik di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Akun @yenny.ariany menceritakan bahwa ibunya juga hampir menjadi korban di lokasi dekat penjual batagor. "Mama saya ga mau waktu diajak cari obat itu... salah satu cewe nanya kenapa ga mau, mama saya cuman jawab gamau sambil tekan jari tengahnya pakai kuku supaya tetap sadar," tulisnya.
Akun @s.budi187 mengungkapkan bahwa modus ini sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu di area Mohammad Toha. "Wow.. 4 tahun berlalu dan skemanya masih sama. Mama saya juga kena. Emas hasil dia kerja puluhan tahun kerja raib... Lokasi di Moh. Toha," ungkapnya.
Editor : Firda Rachmawati
