TP2GD Telusuri Sejarah Raden Ayu Lasminingrat ke Sumedang

Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Garut melakukan penelusuran sejarah ke Kabupaten Sumedang, Senin (18/3/2019). Upaya tersebut sebagai bagian upaya pembuktian jejak kisah hidup

TP2GD Telusuri Sejarah Raden Ayu Lasminingrat ke Sumedang
INILAH, Garut - Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Garut melakukan penelusuran sejarah ke Kabupaten Sumedang, Senin (18/3/2019). Upaya tersebut sebagai bagian upaya pembuktian jejak kisah hidup Raden Ayu Lasminingrat (1843-1948) supaya layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional,
 
"Ini perlu dilakukan untuk membuktikan benar atau tidaknya Raden Ayu Lasminingrat pernah menikah dengan anak keluarga Keraton Sumedang Pangeran Sugih yang bernama Raden Somadiningrat, sebelum diperistri Bupati Garut pertama RAA Adiwijaya. Di mana makamnya dan siapa saja kerabat keluarganya saat ini," kata Sekretaris TP2GD Garut Deddy Efendi kepada INILAH, Selasa (19/3/2019).
 
Menurut Deddy, TP2GD juga berencana mencari keberadaan teman-teman belajar Raden Ayu Lasminingrat sewaktu masih berada di Sumedang. Di kota yang terkenal tahunya itu, TP2GD juga dijadwalkan menggelar nonton bersama film dokumenter tentang Raden Ayu Lasminingrat dan diskusi tentang kepahlawanan urang Sunda hingga empat hari ke depan.
 
"Ini salah satu langkah upaya kita mendapatkan gambaran utuh tentang Raden Ayu Lasminingrat yang dapat dipertanggungjawabkan. Pun secara ilmiah. Makanya, kita juga masih perlu melakukan penelusuran ke daerah lain, seperti Jepara. Sebab ternyata ada hubungan erat antara Raden Ayu Lasminingrat dengan Raden Ajeng Kartini yang tak banyak diketahui orang," kata Deddy.
 
Raden Ayu Lasminingrat merupakan tokoh intelektual perempuan pertama, pelopor pendidik bumi putera, pada zaman kolonial Belanda para era 1870-an, sebelum Raden Ajeng Kartini (1879) dan Raden Dewi Sartika (1884) lahir.
 
Raden Ayu Lasminingrat lahir pada 1843. Dia merupakan putri dari pasangan sastrawan Sunda dan Penghulu Besar asal Limbangan Raden Haji Muhammad Musa dengan isterinya Raden Ayu Ria. Raden Ayu Lasminingrat menikah dengan Bupati Garut  Raden Adipati Aria Wiratanudatar VII.
 
Raden Ayu Lasminingrat menulis sejumlah buku, baik karangan sendiri maupun terjemahan, yang menjadi bacaan wajib di sekolah-sekolah, khususnya di tatar Sunda. Pada 1875, ia menerbitkan buku Carita Erman, terjemahan dari Christoph von Schmid. Buku tersebut dicetak sebanyak 6.015 eksemplar dengan menggunakan aksara Jawa dan mengalami cetak ulang pada 1911 dalam aksara Jawa, serta 1922 dalam aksara Latin.
 
Pada 1876, terbit Warnasari atawa Roepa-roepa Dongeng Jilid I dalam aksara Jawa. Buku tersebut hasil terjemahan dari tulisan Marchen von Grimm dan JAA Goeverneur, yaitu Vertelsels uit het wonderland voor kinderen, klein en groot (1872) dan beberapa cerita Eropa lainnya. Jilid II buku tersebut terbit setahun kemudian, lalu mengalami beberapa kali cetak ulang, yakni pada 1887, 1909, dan 1912, dalam aksara Jawa dan Latin.
 
Pada 1907, Raden Ayu Lasminingrat mendirikan sekolah Keutamaan Istri di ruang gamelan Pendopo Kabupaten Garut. Di sekolah tersebut, murid-muridnya diajari berbagai pengetahuan dan keterampilan berhubungan dengan kehidupan berumah tangga. Raden Ayu Lasminingrat juga dikenal sebagai tempat curhat Raden Dewi Sartika. 
 
Berkat dukungan Raden Ayu Lasminingrat pula,Raden Dewi Sartika akhirnya berhasil mewujudkan obsesinya mendirikan Sakola Istri di Bandung pada 1904. Raden Ayu Lasminingrat meninggal dunia di Garut dalam usia 105 tahun, pada 10 April 1948.


Editor : inilahkoran