Treveler Wajib Tahu! Ternyata Makeup Saat Terbang Bisa Berdampak Pada Kesehatan Kulit
Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan memakai makeup saat terbang dapat berdampak pada kesehatan kulit?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Bagi para pecinta traveling, tampil cantik dan memesona saat berlibur adalah sebuah keharusan.
Tak heran, makeup pun menjadi sahabat setia untuk menunjang penampilan di momen spesial tersebut.
Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan memakai makeup saat terbang dapat berdampak pada kesehatan kulit?
Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor unik yang terjadi di dalam pesawat, seperti udara kering, kabin bertekanan tinggi, dan paparan sinar UV yang lebih intens.
- Kulit Kering dan Iritasi
Udara di dalam pesawat memiliki tingkat kelembaban yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan udara di luar.
Kondisi ini dapat menyebabkan kulit kehilangan kelembabannya dengan cepat, membuatnya kering, kusam, dan bahkan iritasi.
Penggunaan makeup, terutama foundation dan bedak, dapat memperparah kondisi ini karena menyumbat pori-pori dan menghambat pelepasan air alami dari kulit.
- Jerawat dan Komedo
Perubahan tekanan udara di dalam kabin pesawat dapat memicu pelepasan hormon stres, yang pada gilirannya dapat meningkatkan produksi minyak di wajah.
Minyak berlebih ini, berpadu dengan makeup dan keringat, dapat menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat dan komedo.
- Infeksi Mata
Penggunaan maskara dan eyeliner saat terbang dapat meningkatkan risiko infeksi mata.
Udara kering di dalam pesawat dapat membuat mata lebih mudah iritasi dan kering, sehingga bakteri dan kotoran lebih mudah menempel pada maskara dan eyeliner.
Hal ini dapat menyebabkan konjungtivitis (infeksi mata merah) atau blefaritis (peradangan pada kelopak mata).
- Paparan Sinar UV Berbahaya
Meskipun berada di dalam pesawat, paparan sinar UV tetap dapat menembus jendela. Sinar UV ini dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti keriput, garis halus, dan hiperpigmentasi.
Penggunaan makeup dengan SPF yang tidak memadai atau bahkan tanpa SPF sama sekali dapat membuat kulit lebih rentan terhadap kerusakan akibat sinar UV.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

