Trump Sesumbar: 2 Koran Utama AS Gulung Tikar
Presiden AS Donald Trump mengatakan dua surat kabar terkemuka, The New York Times dan The Washington Post, akan gulung tikar ketika masa jabatannya di Gedung Putih berakhir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Washington DC - Presiden AS Donald Trump mengatakan dua surat kabar terkemuka, The New York Times dan The Washington Post, akan gulung tikar ketika masa jabatannya di Gedung Putih berakhir.
Trump menyerang kedua surat kabar, yang sering menerbitkan artikel yang dijulukinya sebagai fake news atau "berita bohong" tentang kekacauan di Gedung Putih dan kebijakan pemerintah yang tidak disukai.
"Seharusnya dilakukan jajak pendapat untuk mengetahui surat kabar yang paling tidak jujur dan menipu, The Failing New York Times atau Amazon (pelobi) Washington Post," cuit Trump di Twitter, merujuk pada Jeff Bezos, pemilik Washington Post yang juga pendiri perusahaan pengecer raksasa Amazon.
"Mereka (kedua koran itu) merupakan aib bagi negara kita, Musuh rakyat, tetapi saya tampaknya tidak bisa menentukan siapa yang lebih buruk?"
"Kabar baiknya adalah pada akhir enam tahun ini, setelah Amerika menjadi JAYA lagi dan saya meninggalkan Gedung Putih (menurut Anda apakah orang-orang akan menuntut agar saya berkuasa lebih lama lagi? KEEP AMERICA GREAT), kedua surat kabar mengerikan ini akan segera gulung tikar dan berakhir selamanya," ujar Trump.
Trump menyampaikan asumsi bahwa ia akan terpilih kembali dalam Pemilu Presiden Tahun 2020 dan masa jabatannya di Gedung Putih akan bertahan hingga 2024.
Presiden Amerika ke-45 itu hampir tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menyerang media utama di AS dan liputan tentang dirinya, tetapi belum jelas apa yang membuatnya menyerang dua surat kabar sekaligus hari ini.
Kedua surat kabar ini didirikan pada abad ke-19 dan selama bertahun-tahun telah memenangkan puluhan hadiah "Pulitzer," penghargaan terbaik untuk karya jurnalistik.
Namun Sabtu malam (15/6/2019), Trump mengecam laporan di New York Times karena mengungkap bahwa AS secara diam-diam telah meningkatkan serangan media online terhadap jaringan listrik di Rusia.
"Apakah Anda percaya bahwa the Failing New York Times baru saja menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa Amerika secara substansial meningkatkan serangan dunia maya terhadap Rusia," cuit Trump.
"Ini adalah langkah virtual pengkhianatan dari surat kabar yang dulu luar biasa, namun kini sangat haus berita, berita apapun, yang buruk bagi negara kita sekalipun."
"JUGA, TIDAK BENAR!" tambah Trump. "Apapun yang terjadi dengan Media Berita Korup kita hari ini. Mereka akan melakukan atau mengatakan apapun, tanpa sedikit pun memikirkan konsekuensinya! Ini adalah pengecut sejati dan tanpa ragu lagi, mereka adalah MUSUH RAKYAT." (inilah.com)
Editor : suroprapanca

