Tujuh Desa di Kabupaten Cirebon Masih Terendam Banjir

Hingga hari ini, Kamis (6/2/2020) tujuh desa di Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon masih terendam banjir.Tujuh desa tersebut adalah Desa Bojong Kulon, Susukan, Bunder, Gintung Lor, Kedondong, Jatipura dan Ujung Gebang.

Tujuh Desa di Kabupaten Cirebon Masih Terendam Banjir
foto: INILAH/ Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Hingga hari ini, Kamis (6/2/2020) tujuh desa di Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon masih terendam banjir.Tujuh desa tersebut adalah Desa Bojong Kulon, Susukan, Bunder, Gintung Lor, Kedondong, Jatipura dan Ujung Gebang.

Berdasarkan pantauan INILAH di lapangan kedua desa yakni Desa Bojong Kulon dan Desa Susukan, ketinggian air mencapai 100 cm, atau sepinggang orang dewasa.  “Warga yang terdampak atau menjadi korban itu ribuan, dari satu desa saja Desa Susukan ada 2500 jiwa terdampak banjir ini. Kalau tujuh desa lebih dari 10 ribu jiwa,” kata Sekmat Susukan, Ronyanto, Kamis (6/2/2020).

Dia menuturkan beberapa fasilitas umum seperti balai desa dan sekolah juga ikut terdampak. Bahkan, lanjut dia, air masuk ke sekolah dan balai desa setinggi satu meter. "Pagar tembok SDN1 Susukan, juga ikut roboh. Mungkin ini karena derasnya arus air," jelasnya.

Kapolres Cirebon Kombes Syahduddi mengaku sudah mengirimkan tim sebanyak 150 personil dari Polresta Cirebon, Kodim 100 personil dibantu dari BPBD, kesehatan dan lainnya sekitar 100 personil lebih. Mereka diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

"Saat ini sudah mulai surut. Tapi untuk desa bojong kulon masih mengungsi di mesjid desa Bojong Kulon. Tapi malam yang terdampak sekitar 500 warga, sekarang sudah mulai berkurang. Untuk mengantisifasi banjir susulan, semua personil dan peralatan sudah kami persiapkan, " kata Kapolres.

Sedangkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengaku sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terutama DPUPR. Hal itu untuk melakukan langkah kongkrit terkait jebolnya tanggul di Pangurangan dan Susukan. Hal inilah yang mengakibatkan meluapnya sungai pager toya dan bakung.

"Kita antisipasi semua. Bukan disini saja, wilayah gamel juga tanggulnya jebol lagi. Kita koordinasi juga dengan BBWSCC karena ini sungainya mereka. Untuk penaggulangan sementara, tanggul jebol kita gunakan karung, pasir bronjong dan bambu," jelas Dadang.

Dadang menambahkan, ada ratusan warga yang mengungsi tadi malam. Namun hari ini sudah mulai berkurang dan kembali ke rumah masing-masing. Namun pihaknya tetap siap siapa karena ditakutkah hujan akan kembali turun. (maman suharman)
 


Editor : JakaPermana