Tularkan Semangat Berkarya di Authentic Moment
Panggung Authentic Moment kembali guncang Kota Kembang. Setelah sukses hadir di 14 kota, kini Authentic Moment kembali memberikan ruang bagi para musisi indie.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Panggung Authentic Moment kembali guncang Kota Kembang. Setelah sukses hadir di 14 kota, kini Authentic Moment kembali memberikan ruang bagi para musisi indie untuk bisa mengenalkan karya-karya terbaiknya.
Sejumlah musisi, antara lain Reality Club, Tashoora, dan Mustache and Beard hadir memberi warna tersendiri di kota yang dikenal kreativitas generasi milenialnya ini. Para musisi muda ini menyuguhkan penampilan yang mampu menghipnotis para pengunjung di Kalpa Tree, Jalan Kiputih No 37, Bandung. Jumat (4/10/2019).
Idealisme, inovasi, serta kreativitas dalam musikalitas yang dimiliki masing-masing grup ini menjadi ciri khas tersendiri yang mampu mencuri perhatian generasi milenial yang menyaksikan langsung event tersebut.
Segudang talenta dan ilmu tentang musik yang mereka miliki ditularkan melalui Sharing Moment yang menjadi salah satu rangkaian dalam event Authentic Moment ini.
Tak hanya suguhan musik, Authentic Moment turut menyuguhkan beragam gimmick unik berhadiah merchandise eksklusif dan bagi pengunjung yang beruntung akan mendapatkan tiket lengkap dengan akomodasi untuk menonton secara langsung Synchronize Fest 2019 langsung di Jakarta bulan Oktober 2019.
Promotions Authentic Area Bandung Agie Dhamba mengaku antusiasme warga Kota Bandung terhadap gelaran Authentic Moment cukup besar. Hal tersebut terlihat dari penjualan tiket online yang laris terjual.
"Dari pantauan terakhir saya, penjualan sudah lebih dari 300 tiket yang terjual. Belum lagi penjualan tiket offline. Untuk acara segini terbilang cukup lumayan," ujar Agie.
Agie menuturkan, gelaran Authentic Moment ini merupakan putaran keempat. Setelah sebelumnya, panggung Authentic Moment juga digelar di 14 kota lainnya di Indonesia.
"Ini merupakan event ke-7, kita ingin memberi kesempatan bagi seluruh musisi indie di Indonesia untuk bisa berkarya juga menghadirkan sesuatu yang baru di kalangan generasi milenial saat ini," tuturnya.
Sementara itu, personel Tashoora, Danang mengaku, Authentic Moment ini dijadikan ajang silaturahmi sekaligus memberikan kejutan bagi Pendekar Tashora sebutan fanbase-nya bahwa pihaknya akan segera merilis album terbarunya di akhir Oktober ini.
"Kita targetkan album rampung di akhir Oktober. Namun, jika ada kendala diundur di awal November," ujar Danang.
Dia mengungkapkan, konsep yang diusung di setiap karyanya selalu memunculkan isu-isu sosial sebagai bentuk ekspresi dan kritik terhadap berbagai permasalahan sosial, diskriminasi, perlawanan, pelecehan, bahkan sejarah kelam masa lalu.
"Album kami lebih menekankan pada suara hati kami, sesuai dengan kondisi dan masalah sosial yang terjadi saat ini," ungkapnya.
Danang menambahkan, dari sembilan lagu, ada lima lagu yang berkolaborasi dengan musisi lain. Karyanya diharapkan mampu menggugah simpati dan empati generasi milenial agar bisa menangkap dan lebih peka terhadap masalah sosial yang terjadi.
"Kita juga berkolaborasi dengan musisi lain, salah satunya dengan Feast. Lagu yang bersama Feast ini bisa dibilang paling 'pecah'," ujarnya.
Di waktu yang sama, personel Reality Club Fatia Izzati mengungkapkan, setiap karya yang telah diciptakannya lahir sebuah kemurnian dan kejujuran dari karakter bandnya.
"Selama ini karya kami lahir dari sifat idealis, kita juga masih egois, hal yang paling terpenting bagi kami adalah karya. Kita masih belum bisa mengarah ke segmen bisnis, karena masih ingin menceritakan banyak hal yang kita rasakan," ujar Fatia.
Tapi di sisi lain juga mikir bisnisnya untuk menghidupi band ini. Egoisnya kami, enggak ngikutin pasar. Kami masih pengin menceritakan apa yang dirasakan," pungkas Fatia. (Agus SN)
Editor : suroprapanca

