Tunda PTM 100 Persen, Pemerintahan Kota Bogor Geber Vaksinasi Anak 6 Hingga 11 Tahun
Pemerintahan Kota Bogor menunda PTM 100 persen. Untuk itu, vaksinasi anak 6 hingga 11 tahun digeber.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pemerintahan Kota Bogor menunda PTM 100 persen. Untuk itu, vaksinasi anak 6 hingga 11 tahun digeber.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, lantaran wilayahnya masih PPKM level 2 kegiatan PTM 100 persen pun ditunda. Pilihannya, proses vaksinasi anak 6 hingga 11 tahun kudu dipercepat.
Dedie menuturkan, selain vaksinasi anak 6 hingga 11 tahun itu pihaknya pun berupaya keras mengejar target vaksinasi lansia di Kota Bogor. Hingga akhir Januari 2022 ini, diharapkan capaian vaksinasi anak dan lansia itu bisa menembus di atas angka 60 persen agar kegiatan PTM 100 persen bisa terealisasi.
Baca Juga: Kabupaten Bogor Targetkan 660 Ribu Anak Divaksin Covid-19 Dalam Dua Minggu
"Sekarang, kita fokus ke program vaksinasi anak 6 hingga 11 tahun. Kita akan membuka sentra vaksin sejumlah titik. Selain itu, kita pun menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah dan kami minta juga kepada RW Siaga untuk bantu percepatan vaksinasi," kata Dedie, Kamis 6 Januari 2021.
Saat ini, data Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukkan target sasaran vaksinasi anak 6 hingga 11 tahun terdapat 101.164 orang. Rinciannya, angka capaian dosis pertama sebanyak 83.816 orang atau 82,85% dan capaian dosis kedua nol persen.
"Secara umum, ini agak dilematis. Kemarin kami sempat dapat arahan untuk melaksanakan PTM 100 persen. Tapi, dengan pembelaksuan PPKM Level 2 di Kota Bogor, tentu harus ada modifikasi. Makanya kami lebih cenderung pelaksanaan vaksinasi anak 6 hingga 11 tahun dipercepat dan dituntaskan," jelasnya.
Baca Juga: Pemerintahan Kota Bogor Uber 359 Pengembang yang Belum Menyerahkan PSU
Belum diterapkannya PTM 100 persen di Kota Bogor itu diakuinya lantaran status PPKM level 2. Sejauh ini, PTM belum dilaksanakan 100 persen. Dengan kondisi PPKM level 2, ada peningkatan PTM.
"Dulu, PTM itu dilakukan seminggu sekali. Sekarang tiga kali dalam seminggu," tambahnya. (Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


